Jogja

Warga Kepuharjo Cangkringan Sleman Gelar Upacara Adat Becekan Kali

Yudi Permana | 12 Oktober 2025, 08:05 WIB
Warga Kepuharjo Cangkringan Sleman Gelar Upacara Adat Becekan Kali

Akurat.co, Jogja - Ratusan warga Kalurahan Kepuharjo Cangkringan Sleman turun ke bantaran Kali Gendol yang berhulu langsung dengan Gunung Merapi.

Bukan untuk menggali pasir dan batu. Melainkan untuk ikut upacara adat Dandan Kali atau Becekan.

Upacara Becekan ini diawali dengan pawai bregada yang membawa sesaji nasi becek. Lalu ditampilkan kesenian teatrikal berjudul “Amurwa Kali Redi Merapi”, yang menceritakan asal usul diadakannya upacara Dandan Kali atau Becekan di Kalurahan Kepuharjo tersebut.

Upacara adat ini rutin digelar warga sekali dalam setahun. Tepatnya di hari Jumat Kliwon pada musim keempat dalam hitungan penanggalan Jawa.

Baca Juga: Resmi Dibuka, Festival Kebudayaan Yogyakarta 2025 Angkat Potensi Terpendam Gunungkidul

"Upacara ini untuk berdoa kepada Tuhan YME. Kami warga meminta keselamatan dan juga agar segera diturunkan hujan," kata Lurah Kepuharjo Heru Suprapto.

Upacara Becekan kali ini juga diadakan kegiatan tanam pohon di Kali Gendol, diantaranya pohon beringin, gayam dan aren.

“Maksud kami menanam jenis pohon ini, dengan harapan saat kemarau tidak kering. Dan ketika musim hujan tidak banjir,” jelasnya.

Upacara Dandan Kali atau Becekan ini didasari oleh sejarah yang dulu pernah dialami masyarakat Kepuharjo.

Dimana konon di daerah tersebut pernah mengalami kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan.

Baca Juga: Penunjukan Ribka Haluk jadi Anggota Komite Eksekutif Otsus Dinilai Tepat

Kemudian masyarakat meminta hujan dengan membawa sesaji serta menyembelih kambing di Sungai Gendol, lalu tak lama setelah itu turun hujan lebat.

“Untuk itu kita melakukan upacara dandan kali setiap tahun dengan menyajikan sesaji berupa nasi becek (olahan kambing dengan bumbu gulai) sebagai wujud rasa syukur serta memohon agar selalu diberi keselamatan oleh Tuhan YME,” ucapnya.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa berkesempatan hadir dalam kegiatan tersebut. Wabup juga menanam pohon beringin.

Upacara adat ini menurut Danang, merupakan bentuk komitmen masyarakat Kepuharjo dalam melestarikan adat kebudayaan yang ada di daerah tersebut.

Baca Juga: Kulineran Menu Khas Desa di Kedai Den Wir, Suasananya Jadul Bikin Nostalgia

“Semoga masyarakat Kepuharjo selalu diberikan keselamatan, kesehatan dan semoga bisa semakin meningkatkan kekompakan serta kerukunan warga masyarakat yang ada di sini,” ucapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.