Jogja

PLN Dukung Program Energi Hijau Pemerintah Presiden Prabowo

Tegar Wahyudi | 28 Oktober 2026, 09:02 WIB
PLN Dukung Program Energi Hijau Pemerintah Presiden Prabowo
Ilustrasi personel PLN sedang melakukan inspeksi panel surya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). -foto: PLN

Akurat.co,Jogja-PT PLN (Persero) mendukung program energi hijau pemerintah Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, menegaskan bahwa PLN siap menerjemahkan arahan pemerintah melalui Danantara Indonesia serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menuju kedaulatan dan swasembada energi hijau secara terencana, terukur, dan berjalan selaras dengan kebutuhan bangsa.

Baca Juga: Sambut Hari Sumpah Pemuda, PLN UID Yogyakarta Kenalkan Layanan Digital di Yayaya Festival 2026

"Arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto mengenai ketahanan energi dan percepatan energi bersih, transisi energi adalah tanggung jawab kita," kata Suroso melalui keterangan tertulisnya, Rabu (28/10).

Ia menegaskan, siap menyukseskan program 100 gigawatt peak (GWp) pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

"Seluruh pekerjaan yang ada di Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) harus kita tuntaskan," tegasnya.

Suroso menjelaskan, bersama dengan Kementerian ESDM dan Danantara Indonesia, PLN harus menerjemahkan arah tersebut ke dalam perencanaan, investasi, dan pelaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PLN juga berkomitmen memastikan keandalan listrik berpengaruh langsung pada setiap sendi kehidupan masyarakat.

Bagi pedagang, listrik menopang usaha dan menjaga barang dagangan.

Bagi rumah sakit, listrik mendukung pelayanan dan perawatan pasien.

Bagi anak-anak, listrik menunjang kegiatan belajar, sementara bagi industri, listrik menjaga produksi tetap berjalan.

"Karena itu, setiap gangguan dapat berarti aktivitas yang tertunda, penghasilan yang terganggu, hingga kekhawatiran bagi masyarakat yang harus segera ditangani," ujarnya.

Untuk merespons kebutuhan tersebut, PLN memetakan titik gangguan berulang berdasarkan tingkat risiko, memperkuat kesiapan personel, peralatan, dan material untuk mempercepat pemulihan, serta memastikan setiap keluhan pelanggan ditindaklanjuti secara jelas dan terukur.

“Ketika keluhan atau gangguan datang, harus segera ditangani, meskipun kita sangat paham tantangan di lapangan sungguh berat," ungkapnya.

Suroso menjelaskan, peran listrik terus berkembang melampaui fungsi sebagai komoditas semata. Selama lebih dari delapan dekade, listrik telah menjadi enabler bagi kehidupan dan pembangunan, menyentuh langsung aspek sosial dan roda perekonomian rakyat.

Baca Juga: PLN DIY dan Pemkab Gunungkidul Teken Kerja Sama Peningkatan PAD dan Kualitas Penerangan Jalan

PLN terus melangkah maju dengan semangat PLN Empower All, mengupayakan agar setiap energi yang disalurkan mampu membuka peluang dan memberdayakan kehidupan.

“Hasil kerja PLN terlihat pada lampu-lampu yang terus menemani anak-anak masa depan bangsa ini belajar, usaha kecil yang terus berputar melayani pembeli, industri yang berkembang pesat, ekonomi yang tumbuh baik setiap rumah yang selalu tenang dengan listrik yang terus menyala. Di sanalah pengabdian menemukan artinya,” tutup Suroso.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.