Jogja

27 Kampung Wisata di Kota Jogja Hanya Separuh yang Aktif, Lainnya Hanya Sebatas Papan Nama

M. Mubin Wibawa | 24 Oktober 2025, 09:46 WIB
27 Kampung Wisata di Kota Jogja Hanya Separuh yang Aktif, Lainnya Hanya Sebatas Papan Nama

Akurat.co-Dari sekitar 27 kampung wisata yang telah terbentuk, hanya sekitar separuh yang benar-benar aktif. Banyak yanng hanya sebatas papan nama tanpa aktivitas nyata.

“Saya membayangkan Jogja seperti Bali. Di mana pun wisatawan datang, selalu ada kehidupan budaya. Jogja punya potensi itu tinggal bagaimana kita menghidupkannya kembali,” ujar Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Patricia Heni Dian Anitasari pada Workshop Resiliensi Industri Pariwisata, Kamis (23/10/2025).

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Bidang Perekonomian Bappeda Kota Yogyakarta, Agustin Wijayanti yang mewakili Kepala Bappeda Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono dan para narasumber kompeten.

Supaya kampung wisata hidup, Patricia mengajak seluruh pelaku industri wisata, akademisi, komunitas, dan OPD untuk bergandeng tangan melalui Segoro Amarto yakni semangat gotong royong agawe majune Ngayogyakarta.

Baca Juga: Nara Kupu Jogja, Wisata Edukasi Ramah Anak yang Lengkap di Sleman

Kolaborasi ini diharapkan dapat membangkitkan kembali kehidupan kampung wisata, melibatkan seniman, serta memperkuat promosi melalui media dan teknologi digital.

"Kalau Jogja nyaman, wisatawan akan tinggal lebih lama. Mari kita bersama menciptakan Jogja yang selalu dirindukan,” katanya.

Patricia mengungkapkan, selama tiga tahun berturut-turut, sejak tahun 2022 hingga 2024, Kota Yogyakarta dinobatkan sebagai destinasi wisata paling favorit di Indonesia oleh wisatawan nusantara.

Tidak hanya wisatawan domestik saja, berdasarkan data GoodStats, Yogyakarta juga menempati posisi teratas dalam daftar destinasi favorit wisatawan mancanegara.

Baca Juga: PT Angkasa Pura Indonesia Beri Bantuan Pengembangan Wisata Hutan Pinus Pengger Rp100 Juta

Di sisi lain Agustin mengungkapkan, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi kini menjadi faktor penting dalam pengembangan pariwisata.

Tak hanya sebatas sarana promosi, tetapi juga sebagai daya tarik tersendiri yang memperkaya pengalaman wisatawan.

“Kreasi kegiatan wisata tidak lagi terbatas pada selebrasi budaya dan pertunjukan seni, tapi juga mencakup olahraga, pertemuan, perjalanan insentif, konvensi, hingga pameran. Kita perlu semakin kreatif dalam menjamu wisatawan di Kota Yogyakarta,” ungkapnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.