Menikmati Suasana Urban di Kampung Wisata Sosromenduran

Akurat.co,Jogja-Suasana urban akan lekat dinikmati di Kampung Wisata Sosromenduran yang berada di kawasan Malioboro.
Hal ini sesuai dengan karakter dan branding yang ditonjolkan oleh kampung ini.
Kampung Wisata Sosromenduran tak berdiri sendiri. Ia ditopang oleh kampung-kampung wisata lain yang ada di kawasan Malioboro, yang dikenal dengan konsep Sapta Malioboro.
Sapta berarti ada tujuh kampung yang menjadi penopang wisata.
Ketujuh kampung tersebut yakni Kampung Sitisewu, Sosrowijayan Wetan, Sosrowijayan Kulon, Sosromenduran, Sosrodipuran, Pajeksan, dan Jogonegaran.
Masing-masing kampung memiliki potensi dan keunikan tersendiri yang menjadi kekuatan utama Kampung Wisata Sosromenduran.
Baca Juga: 7 Kampung Wisata di Jogja Mendapat Penghargaan dari Pemkot
Kampung Sitisewu, misalnya, menawarkan daya tarik berupa kerajinan kain perca serta kesenian musik tradisional kentongan yang masih lestari hingga kini.
Sementara itu, Kampung Sosrodipuran dikenal dengan potensi kerajinan kulit dan seni tari yang mencerminkan kekayaan budaya lokal.
Kampung Pajeksan menawarkan atraksi seni barongsai serta musik tradisional keroncong, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Adapun Kampung Jogonegaran mengembangkan konsep kampung sayur dan kuliner olahan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat setempat.
Untuk Kampung Sosrowijayan Kulon, kawasan tersebut telah lebih dahulu memiliki branding tersendiri dengan keberadaan kawasan Pasar Kembang yang dikenal luas oleh wisatawan.
Keberagaman potensi inilah yang kemudian dirangkum dalam konsep Sapta Malioboro sebagai identitas bersama Kampung Wisata Sosromenduran.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko mengatakan, branding Kampung Wisata Sosromenduran ini menegaskan posisinya sebagai destinasi wisata kampung kota yang mengangkat nilai budaya, sejarah, serta kehidupan masyarakat urban yang khas Yogyakarta.
Baca Juga: 27 Kampung Wisata di Kota Jogja Hanya Separuh yang Aktif, Lainnya Hanya Sebatas Papan Nama
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan mengatakan, kampung wisata merupakan representasi nyata dari wajah Kota Yogyakarta yang hidup, dinamis, dan tumbuh dari partisipasi masyarakat.
“Kampung wisata adalah cerminan kehidupan masyarakat Yogyakarta yang sesungguhnya.
Di sinilah budaya, tradisi, kreativitas, dan kebersamaan tumbuh dan berkembang,” ujar Wawan saat kegiatan rebranding Kampung Wisata Sosromenduran, dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Senin (22/12/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemda DIY Gelar Lomba Desa/Kampung Wisata 2026, Berikut Daftar Pemenangnya
- 2PB Djarum Juara Umum Piala Raja Hamengku Buwono X 2026, Borong 21 Medali
- 3PLN Yogya Edukasi 175 Siswa SDN di Bantul tentang Hemat Listrik
- 4Jadi Anggota DPRD DIY Termuda, Cintya Amanda Resmi Dilantik Lewat Mekanisme PAW
- 5Kontingen Bantul Raih Juara Umum PORPRISA DIY 2026
- 6Anggaran Rp4 M Lebih, Pemkab Bantul Gratiskan Seragam Sekolah SD hingga SMP
- 7Fakta Terbaru Dugaan Pungli Bolosego di Alkid Jogja, Anggota Polisi Kena Sanksi
- 8Meninggal di Usia 67 Tahun, Ini Kisah Hidup Den Baguse Ngarso
- 9Anggaran Rp4 M Lebih, Pemkab Bantul Gratiskan Seragam Sekolah SD hingga SMP
- 10Panpel PSIM Perbaiki Saluran Air Kamar Mandi Stadion Sultan Agung









