Jogja

Asal Nama Jalan Malioboro Yogyakarta, Ikon Wisata Nasional yang Mendunia

M. Mubin Wibawa | 29 Desember 2025, 07:03 WIB
Asal Nama Jalan Malioboro Yogyakarta, Ikon Wisata Nasional yang Mendunia



Akurat.co,Jogja
-Jalan Malioboro menjadi magnet utama wisatawan kala datang ke Jogjakarta. Ada istilah belum ke Jogja kalau kaki tidak menginjak Malioboro.

Pada musim liburan akhir tahun 2025 atau Nataru, Malioboro juga dipadati pengunjung.

Tak hanya sekadar berjalan kaki di jalan ikonik ini, wisatawan juga bisa menikmati wisata belanja dan kuliner sekaligus.

Meski sudah terkenal dan menjadi ikon wisata nasional mendunia, masih saja ada yang belum tahu dari mana asal nama Jalan Malioboro.

Baca Juga: Tak Melulu Malioboro, Ini 3 Rekomendasi Kuliner Ala Melki Bajaj Kala di Jogja

Asal nama jalan Malioboro

Asal nama Malioboro berasal dari bahasa sansekerta malyabhara yang berarti karangan bunga.

Tapi ada juga versi lain dari sejumlah ahli. Ada beberapa ahli yang menyebut asal kata nama Malioboro berasal dari nama seorang kolonial Inggris yang bernama Marlborough yang pernah tinggal di Jogja pada tahun 1811-1816 M.

Dibangun sebagai kawasan perekonomian

Dilansir dari teras jogja, Pemerintah Hindia Belanda membangun Malioboro sebagai kawasan pusat perekonomian dan pemerintahan pada awal abad 19. Malioboro mulai populer pada era kolonial (1790-1945).

Ketika itu, pemerintah Belanda membangun Benteng Vredeburg tahun 1790 di ujung selatan Malioboro.

Belanda juga membangun Dutch Club atau Societeit Der Vereneging Djokdjakarta (1822), The Dutch Governor’s Residence (1830), Javasche Bank, dan Kantor Pos.

Perkembangan Malioboro semakin pesat, ditambah dengan adanya perdagangan antara pemerintah Belanda dengan pedagang Tionghoa.

Pada tahun 1887, Jalan Malioboro dibagi dua setelah Stasiun Tugu Yogya dibangun. Malioboro juga memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga: Jadwal, Tarif, dan Rute Angkutan KSPN Malioboro-Borobudur, Paling Pagi Jam 05.00 dari Jogja

Di jalan ini pernah terjadi pertempuran hebat antara pejuang Tanah Air dengan pasukan kolonial Belanda yang dikenal dengan peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949.

Pasukan Merah Putih berhasil menaklukkan kekuatan Belanda dan menduduki Yogyakarta setelah enam jam bertempur.

Kini semakin nyaman untuk pedestrian

Kawasan ini semakin nyaman untuk pedestrian. Penataan dilakukan mulai 2016. Pada awal penataan, pemerintah berhasil mensterilkan parkir kendaraan dari Malioboro dan tengah menata kawasan ini di sisi timur untuk pedestrian.

Pada 2022, penataan kembali dilakukan kepada PKL. Seluruh PKL di Jalan Malioboro dipindahkan ke kawasan Teras Malioboro.

Baca Juga: Tarif Hanya Rp2.700, Bus Listrik Trans Jogja Rute Jombor-Malioboro Siap Beroperasi Januari 2026

Hingga kawasan Jalan Malioboro menjadi nyaman untuk pedestrian seperti hari ini.

Ke depan, pemerintah kota Jogja juga sedang mewacanakan agar Jalan Malioboro sepenuhnya bisa untuk pedestrian. Kendaraan tidak boleh lagi melewati jalan ini.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.