Labuhan Merapi Bertepatan dengan Tahun Dal, Ada Tambahan Ubarampe

Akurat.co, Jogja - Upacara Labuhan Merapi berlangsung dari Pendopo Museum Petilasan Mbah Maridjan menuju Sri Manganti Hargo Merapi, Selasa (20/01/2026).
Turut hadir Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa sambil membawa Ubarampe.
Labuhan Merapi merupakan rangkaian memperingati Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X ke 38. Sekaligus bentuk rasa syukur dan doa bagi keselamatan Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Usai tiba di Sri Manganti Hargo Merapi, Upacara Labuhan Merapi dilanjutkan dengan prosesi ritual, doa dan pembagian nasi serta lauk pauk kepada masyarakat sekitar.
Baca Juga: Resmi! Pos Bantuan Hukum di Jogja, Telah Tangani Kasus Apa Saja?
Tak hanya masyarakat lereng Gunung Merapi, pembagian ‘berkat’ ini pun juga dinikmati oleh wisatawan yang ikut menyaksikan Upacara Labuhan Merapi.
Labuhan Merapi tahun ini semakin istimewa karena bertepatan dengan tahun dal.
Dimana Gubernur DIY resmi bertahta sejak 38 tahun yang lalu. Di tahun ini jatuh di tanggal 18 Januari 2026 atau 29 Rejeb Dal 1959.
"Untuk itu ada tambahan ubarampe. Berupa Kambil Watangan atau Pelana Kuda," kata Juru Kunci Merapi Mas Kliwon Suraksohargo Asihono atau yang biasa disapa Mas Asih.
Baca Juga: Labuhan Hajad Dalem di Parangkusumo Berlangsung Sakral, Tarik Minat Wisawatan Mancanegara
Salama perjalanan ubarampe tersebut di tutup dengan kain berwarna hijau dan digotong menggunakan kayu panjang.
Ini berdasarkan sejarah, Eyang Megantoro memelihara kuda dan memberikan pelana uang berupa pakaiannya saja.
Kambil Wayangannya juga tidak dilorot seperti ubarampe lainnya. Tapi akan dikembalikan ke keraton.
Untuk selanjutnya akan digunakan kembali setiap delapan tahun sekali.
Wabup Sleman Danang Maharsa ikut serta dalam rombongan labuhan. Menurutnya, semakin banyak orang yang dapat memahami dan memaknai Upacara Adat Labuhan Merapi ini.
Baca Juga: Kementerian Hukum Resmikan Pos Bantuan Hukum di DIY
“Artinya labuhan ini selain sebagai ritual budaya, juga menarik perhatian menjadi obyek wisata,” jelasnya.
Sebelum dibawa ke Sri Manganti Hargo Merapi, ubarampe diserahterimakan di Kantor Kapanewon Cangkringan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemda DIY Gelar Lomba Desa/Kampung Wisata 2026, Berikut Daftar Pemenangnya
- 2PB Djarum Juara Umum Piala Raja Hamengku Buwono X 2026, Borong 21 Medali
- 3PLN Yogya Edukasi 175 Siswa SDN di Bantul tentang Hemat Listrik
- 4Jadi Anggota DPRD DIY Termuda, Cintya Amanda Resmi Dilantik Lewat Mekanisme PAW
- 5Kontingen Bantul Raih Juara Umum PORPRISA DIY 2026
- 6Anggaran Rp4 M Lebih, Pemkab Bantul Gratiskan Seragam Sekolah SD hingga SMP
- 7Fakta Terbaru Dugaan Pungli Bolosego di Alkid Jogja, Anggota Polisi Kena Sanksi
- 8Meninggal di Usia 67 Tahun, Ini Kisah Hidup Den Baguse Ngarso
- 9Anggaran Rp4 M Lebih, Pemkab Bantul Gratiskan Seragam Sekolah SD hingga SMP
- 10Panpel PSIM Perbaiki Saluran Air Kamar Mandi Stadion Sultan Agung









