Mengenal Mas Jos, Gerakan Pengolahan Sampah Warga Jogja dari Rumah Tangga

Akurat.co,Jogja-Sebanyak 240 ton volume sampah per hari dihasilkan Kota Yogyakarta.
Mengatasi masalah ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melakukan Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos).
Harapannya, dari kegiatan ini dapat mereduksi minimal 20 persen dari 240 ton volume sampah per hari.
Gerakan ini berawal dari rumah dengan langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan.
Masyarakat diharapkan berpartisipasi aktif mengelola sampah dari masing-masing rumah tangga.
Baca Juga: Saat Pelajar SMA di Jogja Mulai Sadar Pentingnya Pengelolaan Sampah
Setidaknya ada langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan ini.
Pertama, pilih sampah sesuai jenis. Kedua, abwa sampah anorganik ke bank sampah atau pengepul.
Ketiga, mengolah sampah organik. Keempat, tidak menyisakan makanan. Kelima, gunakan wadah berulang.
Akan dilombakan
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyatakan akan mengadakan lomba Mas Jos di tingkat kelurahan dan kemantren.
"Nanti akan dinilai wilayah mana yang mampu mewujudkan rumah tangga bebas sampah dengan tiga langkah pertama Mas Jos," tandasnya.
Untuk mengurangi volume sampah, lanjut Hasto, Pemkot terus berupaya untuk memberikan solusi bagi warga masyarakat.
Seperti upaya gotong royong untuk membuat biopori jumbo yang dikoordinir tiap kelurahan.
"Saya kira untuk memperbanyak biopori jumbo yang bisa digunakan beberapa rumah tangga dengan cara gotong royong kita bisa, mungkin melalui CSR atau pola yang sama seperti gotong royong bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang kita lakukan setiap minggu," lanjutnya.
Hasto menekankan tujuan Gerakan Mas Jos pada dasarnya untuk mengurangi volume sampah yang dibawa ke Depo.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Ajak Masyarakat Bersihin Sampah di Stadion Maguwoharjo Minggu Besok
Mengupayakan sampah yang diolah Unit Pengelolaan Sampah (UPS) adalah sampah residu, karena sampah organik sudah diolah tiap rumah tangga dan anorganik masuk ke bank sampah maupun pengepul.
"Solusi dan langkah lanjutan yang terus kita upayakan bersama adalah memperbanyak offtaker sampah, khususnya untuk sampah organik dari rumah tangga.
Sehingga target menuju 190 ton yang sebelumnya 240 ton sampah per hari bisa tercapai," katanya dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Hyundai STARGAZER Cartenz Resmi Meluncur, Ini Fitur Unggulannya untuk Liburan di Jogja
- 2DPRD DIY Minta Menkeu Batalkan Pemangkasan Dana Transfer Daerah
- 3392 Maba UP45 dapat Pembekalan Bela Negara
- 4DPRD DIY Berharap Menteri Keuangan Baru Pertimbangkan Pemangkasan Anggaran Daerah
- 5Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 6Pemkot Jogja Tertibkan 4 Reklame Besar Ilegal
- 7Jelang Derby, Kelompok Suporter PSIM dan PSS Sepakat Menjaga Keamanan
- 82 Atlet Tembak Asal Gunungkidul Perkuat Kontingen Indonesia di Asian Games ke-20
- 9Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 105 Fakta Penting Dugaan Pungli di Alkid Jogja yang Diungkap Pemilik Bolosego, Keraton hingga Polisi Buka Suara









