Jogja

Diiringi Suara Gamelan Sri Sultan HB X Temui Massa Pendemo di Mapolda Jogja, Ajak Masyarakat Membuka Dialog

M. Mubin Wibawa | 30 Agustus 2025, 05:20 WIB
Diiringi Suara Gamelan Sri Sultan HB X Temui Massa Pendemo di Mapolda Jogja, Ajak Masyarakat Membuka Dialog

Akurat.co,Jogja-Raja sekaligus Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menemui massa pendemo di Mapolda Jogja, Sabtu (30/8/2025) dini hari wib.

Datang tanpa pengawalan, Sri Sultan disambut pendemo dengan kondusif.

Mengenakan jaket warna hitam, berkaos putih, celana hitam, Sri Sultan menemui dan berbicara langsung di hadapan pendemo.

Sultan didampingi oleh dua Putri Dalem Keraton Yogyakarta, yakni GKR Condrokirono dan GKR Hayu, serta suami GKR Bendara yakni KPH Yudanegara.

Baca Juga: Demo di Polda DIY Ricuh, Massa Bakar Mobil

Sultan mengawali bicaranya di hadapan massa dengan kalimat salam.

"Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh," yang disambut salam balik dalam Islam oleh massa.

"Saudara-saudaraku semuanya warga masyarakat Jogja, baik mahasiswa, temen-temen ojol, warga lain, yang dalam kesempatan pagi hari ini ada di sini.

Saya Hamengku Buwono X perlu menyampaikan dalam kesempatan ini.

Saya menghargai apa yang Anda semua lakukan. Apa yang Anda semua lakukan itu, salah satu dari keinginan kita bersama untuk tumbuhnya demokratisasi," ujar Sultan disambut gemuruh massa.

"Saya pun sepakat dengan situ, hanya, saya berharap demokratisasi itu dilakukan dengan baik untuk mendidik kita semua, termasuk diri saya pun juga.

Baca Juga: Berikut Seruan Dewan Pers Terkait Aksi Unjuk Rasa di Jakarta

Karena di Jogja ini tidak ada kebiasaan terjadi kekerasan-kekerasan di dalam membangun demokratisasi,” lanjut Sultan HB X di depan massa aksi.

Dalam kesempatan ini, Sultan juga menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojol yang tewas dilindas mobil rantis Brimob dalam aksi demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8) malam.

Sultan meminta agar setiap permasalahan yang terjadi diselesaikan melalui proses dialog.

Pemerintah daerah Jogja, kata Sultan, terbuka memfasilitasi dialog dengan pemerintah pusat.

Sultan kembali mengingatkan untuk mengindari segala bentuk kekerasan di dalam demokratisasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.