Jogja

5 Fakta Menarik Gerhana Bulan Total 2025, Masyarakat Yogya Bisa Menyaksikan di Tempat Mana Pun

Yudi Permana | 8 September 2025, 07:15 WIB
5 Fakta Menarik Gerhana Bulan Total 2025, Masyarakat Yogya Bisa Menyaksikan di Tempat Mana Pun

Akurat.co,Jogja-Fenomena gerhana bulan total menyambangi langit Indonesia pada Minggu (7/9/2025) hingga Senin (8/9/2025) pagi wib.

Gerhana bulan total 2025 ini pun bisa disaksikan masyarakat di Yogyakarta dengan jelas.

Seperti apa dan bagaimana fakta menariknya? Berikut ulasannya:

1. Seluruh wilayah Yogya bisa mengamatinya

Gerhana bulan total bisa diamati di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Foto-foto tentang gerhana yang diabadikan masyarakat pun bermunculan pada Senin pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah memastikan bahwa fenomena alam ini bisa diamati di seluruh Yogyakarta.

Baca Juga: Berapa Anggaran Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Di Lingkungan Pemkab Sleman?

"Dari seluruh kabupaten dan kota di DIY bisa melihat jelas fenomena ini, asalkan cuaca tidak tertutup awan," ujar Kepala Stasiun Geofisika Sleman Ardhianto Septiadhi.

2. Bisa melihat di tempat mana pun

Menurut Ardhianto fenomena gerhana bulan total bisa diamati di tempat mana pun. Karena cuaca Jogja juga cukup mendukung.

Hal tersebut dikarenakan gerhana bulan total terjadi pada fase di bulan purnama. "Berbeda dengan kalau kita melihat hilal," ungkapnya.

3. Fase-fase gerhana bulan total

Gerhana bulan total ini memiliki sejumlah fase. Di mana fase awal gerhana penumbra akan dimulai pukul 22:26 WIB, dengan puncak gerhana terjadi pada Senin (8/9) dini hari pukul 01:11 WIB, dan berakhir sekitar pukul 03:56 WIB.

Pada puncaknya, menurut Ardhi, bulan akan tampak kemerahan akibat cahaya biru dari matahari difilter oleh atmosfer bumi, sementara cahaya merah tetap menembus hingga mengenai permukaan bulan.

4. Luruskan mitos bulan dimakan buto

Zaman dahulu, orangtua kerap menceritakan fenomena ini dengan sejumlah mitos. Salah satu yang berkembang dan masih suka dipercaya adalah momentum bulan dimakan buto atau raksasa.

Menurut Ardhianto, pemahaman tersebut perlu diluruskan. "Sebenarnya menunjukkan tata surya bergerak sejajar, sehingga bulan masuk ke bayangan inti bumi," ujarnya.

Ardhianto mengatakan, fenomena gerhana bulan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat terkait peristiwa astronomi yang menandakan posisi matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis lurus.

Baca Juga: Waduk Mini Kleco, Spot Healing Suasana Perbukitan Menoreh yang Indah

5. Fotografer di Jogja berhasil mengabadikan fase awal hingga akhir

Seorang fotografer di Jogja dengan akun IG @haryokopangestu berhasil mengabadikan momen awal gerhana bulan total sampai akhir, saat warna kemerahan penuh cahaya terlihat jelas, sampai warna tersebut mulai memudar.

Ini adalah fenomena yang kembali terjadi setelah tiga tahun absen. Terakhir kali Indonesia mengalami gerhana bulan adalah pada 2022.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.