12.000 Warga Lebih Setor Sampah Serentak, Kota Jogja Pecahkan Rekor MURI

Akurat.co,Jogja-Pemkot Jogja baru saja memecahkan Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk pengumpulan sampah serentak terbanyak.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh masyarakat dan pengelola bank sampah yang berpartisipasi dalam kegiatan Penimbangan Sampah Organik Berbasis Bank Sampah yang digelar serentak di seluruh wilayah Kota Yogyakarta.
“Kalau dapat rekor MURI itu mungkin tidak sulit, tapi mempertahankannya yang berat,” ujar Hasto Wardoyo saat di Kantor DLH Kota Yogyakarta, sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Senin (6/10/2025).
Menurutnya, penghargaan MURI ini bukan sekadar simbol prestasi, tetapi menjadi momentum penting dalam rekonstruksi sosial masyarakat.
Baca Juga: Pengelolaan Sampah jadi Energi Listrik, Pemda Didorong Gandeng Investor
Hasto Wardoyo menegaskan, pekerjaan besar justru dimulai setelah rekor ini diraih.
Tantangan utama ke depan adalah mengubah perilaku dan pola pikir masyarakat agar memilah sampah menjadi kebiasaan sehari-hari.
“Kalau di tempat lain, dapat rekor MURI dianggap sudah puncaknya. Tapi bagi saya, justru setelah ini kita harus bekerja lebih keras.
Malu rasanya kalau sudah dapat rekor, tapi sampah di lapangan masih menumpuk,” tegasnya.
Total 701 bank sampah aktif
Dengan jumlah 701 bank sampah aktif di Kota Yogyakarta, Hasto optimistis gerakan ini akan terus berkembang dan mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke depo.
“Dengan memilah, sampah bisa menjadi berkah, bukan musibah,” tegas Hasto.
Sementara itu Kepala MURI Semarang, Ari Andriani, menyampaikan bahwa rekor ini menjadi sejarah baru karena belum pernah ada sebelumnya penyetoran sampah anorganik dalam jumlah peserta sebesar ini.
Berdasarkan data yang kami miliki, untuk kategori penyetoran sampah langsung ke bank sampah seperti ini memang belum pernah ada.
Biasanya rekor yang tercatat adalah pengolahan sampah setelah didaur ulang menjadi barang yang bisa digunakan kembali.
"Tapi untuk penyetoran langsung, ini yang pertama kalinya,” ujar Ari Andriani.
Baca Juga: SMP 5 Jogja jadi Proyek Percontohan Pengelolaan Sampah Mas Jos Masuk Sekolah
Ia mengungkapkan awalnya kegiatan ini diusulkan dengan target 10.000 peserta dan 200 titik lokasi.
Namun, hasil verifikasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang jauh lebih tinggi, dengan 397 titik partisipasi aktif dan jumlah peserta mencapai lebih dari 12 ribu peserta.
Ari berharap keberhasilan ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk meniru semangat dan sistem pengelolaan sampah yang dijalankan masyarakat Kota Yogyakarta.
“Semoga tempat-tempat lain bisa belajar dari Kota Yogyakarta, bagaimana mengelola dan mengumpulkan sampah dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat,” pungkas Ari Andriani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 4Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 5Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 6Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 7Hujan Es Gegerkan Bantul, BMKG Jogja Ungkap Penyebabnya
- 8Fenomena Warga Miskin RI, Beli Rokok Lebih Utama ketimbang Makanan Bergizi
- 9Jadwal I League Cup Hari Ini: PSS Jamu PSGC Ciamis
- 10Pemkab Bantul Salurkan Bantuan 2.000 Ekor Ayam Petelur ke Warga









