Jogja

Harga Pangan di Yogyakarta Terkendali, Inflasi Terjaga

M. Mubin Wibawa | 21 Oktober 2025, 07:08 WIB
Harga Pangan di Yogyakarta Terkendali, Inflasi Terjaga

Akurat.co,Jogja-Harga pangan di wilayah Yogyakarta masih terkendali disaat kenaikan terjadi di sejumlah daerah Indonesia.

Hal tersebut terungkap saat rapat koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Kementerian Dalam Negeri. Rapat dipimpin Mendagri, Tito Karnavian, Senin (20/10) secara daring.

Ikut dalam rapat daring tersebut Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X didampingi Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Eling Priswanto, Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati, dan Kepala DPKP DIY, Syam Arjayanti.

Rapat koordinasi yang digelar serentak secara nasional itu juga dihadiri oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Kapolri, Listyo Sigit Prabowo.

Baca Juga: Ratusan Petani di Sleman Ikuti Apel Akbar dalam Rangka Hari Pangan Sedunia

Serta sejumlah pejabat pusat lainnya, termasuk Direktur Utama Perum Bulog yang menyoroti harga beras dan langkah cepat daerah dalam menjaga ketersediaan bahan pokok.

Eling menyebut, pengendalian harga di DIY masih dalam batas aman, termasuk untuk komoditas beras yang kini menjadi perhatian nasional.

Menurut Eling, pemerintah daerah kini diberikan ruang gerak lebih luas untuk bertindak cepat ketika harga mulai naik.

Langkah ini dinilai penting agar kebijakan di daerah tidak tersendat oleh birokrasi.
Dengan kewenangan tersebut, operasi pasar bisa langsung dijalankan begitu harga beras terpantau bergerak naik.

Meski isu beras masih jadi sorotan nasional, kondisi di DIY relatif tenang.

“Kalau secara umum di DIY stabil, aman karena tadi di paparan pun yang disampaikan oleh pimpinan di pusat, tidak ada satupun di DIY yang mengalami kenaikan harga.

Ada tapi sedikit di Bantul, cuma 0,0 sekian, itu tidak signifikan,” tegas Eling.

Baca Juga: Demi Ketahanan Pangan Sri Sultan HB X Beberkan Kontrak 22 Ribu Hektare dengan Petani, Termasuk Lahan Jagung

Selain membahas inflasi, rapat kali ini juga menyinggung soal keuangan daerah.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, kata Eling, mendorong agar pendapatan daerah yang lebih bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat, bukan sekadar menjadi saldo mengendap.

“Apabila daerah memiliki pendapatan yang lebih, itu bisa dimaksimalkan untuk masyarakat. Kalau ada saving, sebaiknya disimpan di bank-bank daerah, jangan di Bank Himbara,” ujarnya ketika ditanya mengenai pesan penting Menteri Purbaya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.