Pengolahan Sampah Mas Jos Gedongkiwo jadi Contoh di Wilayah Jogja

Akurat.co,Jogja-Program pengolahan sampah Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) di Kelurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron, Kota Jogjakarta menjadi contoh di wilayah.
Warga di sana berhasil mengolah sampah sehingga mengurangi volume yang dibuang ke tempat pembuangan sampah terakhir.
Mantri Pamong Praja Mantrijeron, Narotama, menjelaskan bahwa masyarakat Gedongkiwo telah menunjukkan kedisiplinan yang sangat baik dalam pengolahan sampah rumah tangga.
Ia menjelaskan bahwa warga telah melakukan pemilahan sampah ke dalam beberapa kategori utama, yakni sampah organik, sampah anorganik, dan sampah residu.
Baca Juga: Pemkot Jogja Targetkan Perbaikan 100 Rumah Tak Layak Huni hingga Akhir Tahun 2025
Bahkan untuk sampah organik, warga telah melakukan pemilahan lebih spesifik lagi menjadi dua jenis yakni sampah organik basah mentah.
Seperti sisa sayuran atau bahan makanan yang belum dimasak dan sampah organik basah matang, seperti sisa makanan yang telah diolah.
Miliki 23 biopori jumbo
Ia juga mengungkapkan bahwa Gedongkiwo kini memiliki 23 biopori jumbo. Untuk pengelolaannya adalah dari swadaya masyarakat.
Biopori jumbo ini menjadi salah satu cara efektif warga mengolah sampah organik sekaligus meningkatkan daya serap tanah terhadap air.
Tidak hanya berada di permukiman warga, biopori juga dibuat di kawasan kantor kelurahan.
Langkah ini menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam memperkuat pengelolaan lingkungan.
Apresiasi dari sekda
Program Mas Jos di Gedongkiwo mendapat apresiasi dari Sekda Kota Jogja, Aman Yuriadijaya
Aman menyatakan kekagumannya terhadap komitmen masyarakat Gedongkiwo yang dinilai telah menjadi contoh baik bagi kawasan lain di Kota Yogyakarta.
Baca Juga: Melalui Mas Jos, Pemkot Jogja Targetkan Pengurangan Sampah Harian Sebesar 60 Ton
“Saya sangat mengapresiasi masyarakat Gedongkiwo. Ini bukti nyata bahwa gerakan Mas Jos bukan hanya slogan, tetapi benar-benar dipraktikkan dengan disiplin oleh warga,” ujar Aman dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.
Aman menambahkan, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kesadaran kolektif warga akan pentingnya pengolahan sampah sudah tumbuh dengan kuat.
Ia berharap hal serupa dapat diterapkan oleh seluruh warga Kota Yogyakarta, sehingga mampu menekan timbunan sampah harian yang selama ini menjadi tantangan kota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 4Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 5Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 6Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 7Hujan Es Gegerkan Bantul, BMKG Jogja Ungkap Penyebabnya
- 8Fenomena Warga Miskin RI, Beli Rokok Lebih Utama ketimbang Makanan Bergizi
- 9Jadwal I League Cup Hari Ini: PSS Jamu PSGC Ciamis
- 10Pemkab Bantul Salurkan Bantuan 2.000 Ekor Ayam Petelur ke Warga





