Jogja

Pengolahan Sampah Mas Jos Gedongkiwo jadi Contoh di Wilayah Jogja

M. Mubin Wibawa | 26 November 2025, 13:05 WIB
Pengolahan Sampah Mas Jos Gedongkiwo jadi Contoh di Wilayah Jogja

Akurat.co,Jogja-Program pengolahan sampah Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) di Kelurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron, Kota Jogjakarta menjadi contoh di wilayah.

Warga di sana berhasil mengolah sampah sehingga mengurangi volume yang dibuang ke tempat pembuangan sampah terakhir.

Mantri Pamong Praja Mantrijeron, Narotama, menjelaskan bahwa masyarakat Gedongkiwo telah menunjukkan kedisiplinan yang sangat baik dalam pengolahan sampah rumah tangga.

Ia menjelaskan bahwa warga telah melakukan pemilahan sampah ke dalam beberapa kategori utama, yakni sampah organik, sampah anorganik, dan sampah residu.

Baca Juga: Pemkot Jogja Targetkan Perbaikan 100 Rumah Tak Layak Huni hingga Akhir Tahun 2025

Bahkan untuk sampah organik, warga telah melakukan pemilahan lebih spesifik lagi menjadi dua jenis yakni sampah organik basah mentah.

Seperti sisa sayuran atau bahan makanan yang belum dimasak dan sampah organik basah matang, seperti sisa makanan yang telah diolah.

Miliki 23 biopori jumbo

Ia juga mengungkapkan bahwa Gedongkiwo kini memiliki 23 biopori jumbo. Untuk pengelolaannya adalah dari swadaya masyarakat.

Biopori jumbo ini menjadi salah satu cara efektif warga mengolah sampah organik sekaligus meningkatkan daya serap tanah terhadap air.

Tidak hanya berada di permukiman warga, biopori juga dibuat di kawasan kantor kelurahan.

Langkah ini menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam memperkuat pengelolaan lingkungan.

Apresiasi dari sekda

Program Mas Jos di Gedongkiwo mendapat apresiasi dari Sekda Kota Jogja, Aman Yuriadijaya

Aman menyatakan kekagumannya terhadap komitmen masyarakat Gedongkiwo yang dinilai telah menjadi contoh baik bagi kawasan lain di Kota Yogyakarta.

Baca Juga: Melalui Mas Jos, Pemkot Jogja Targetkan Pengurangan Sampah Harian Sebesar 60 Ton

“Saya sangat mengapresiasi masyarakat Gedongkiwo. Ini bukti nyata bahwa gerakan Mas Jos bukan hanya slogan, tetapi benar-benar dipraktikkan dengan disiplin oleh warga,” ujar Aman dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.

Aman menambahkan, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kesadaran kolektif warga akan pentingnya pengolahan sampah sudah tumbuh dengan kuat.

Ia berharap hal serupa dapat diterapkan oleh seluruh warga Kota Yogyakarta, sehingga mampu menekan timbunan sampah harian yang selama ini menjadi tantangan kota.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.