Rencana Full Pedestrian Malioboro, Sri Sultan HB X: Apa Sudah Mungkin Tahun Depan?

Akurat.co,Jogja-Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut kawasan Jalan Malioboro bisa saja menjadi bebas kendaraan alias full pedestrian tahun 2026 mendatang.
Hal tersebut disampaikan Sri Sultan seusai penerapan uji coba pedestrian selama dua hari, 1-2 Desember 2025 kemarin di kawasan tersebut.
Menurutnya saat ini tengah diidentifikasi terkait kebijakan pedestrian. Mulai tempat parkir, kemacetan, menjamurnya parkir liar di kawasan, hingga keluhan penurunan omzet pedagang.
Baca Juga: Dua Hari Bebas Kendaraan, Ini Kesan Wisatawan yang Mengunjungi Malioboro
Sri Sultan menegaskan bahwa hasil identifikasi ini akan menjadi penentu apakah Malioboro memungkinkan untuk ditutup secara permanen pada tahun mendatang.
"Memungkinkan nggak tahun depan itu bisa ditutup. Kalau belum, apa yang harus kita kerjakan lebih dulu untuk mengurangi beban Malioboro untuk bisa lebih baik. Kan gitu," ungkapnya.
Menurut Sri Sultan, uji coba tersebut memberikan manfaat nyata dengan menyingkap masalah-masalah yang realistis. Dalam hal ini seperti kurangnya lokasi parkir yang memadai bagi transportasi tradisional seperti becak dan andong.
"Tidak mesti pengertian ditutup itu mesti ditutup. Tapi dari hasil kemarin kan kita sudah punya identifikasi.
Identifikasi terhadap problem-problem yang ada. Masalah mungkin parkir untuk becak kurang, atau untuk andong kurang.
Hal-hal seperti ini kan dengan percobaan ini kita bisa mengambil manfaat yang ada, sehingga pembahasan itu bisa lebih realistik gitu," papar Sri Sultan.
Menanggapi arahan Sri Sultan, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan bahwa penataan kawasan Malioboro akan dilakukan secara bertahap dan berbasis identifikasi persoalan di lapangan.
Menurutnya, langkah awal yang ditekankan Sri Sultan adalah memahami kondisi aktual sebelum menentukan kebijakan penataan berikutnya.
“Ngarsa Dalem sangat-sangat bijak bahwa bagaimana kita bisa memperhatikan kondisi di lapangan. Sehingga tadi arahannya, ya sekarang ini identifikasi saja dulu. Jadi tidak memaksakan. Tidak,” ujar Hasto.
Baca Juga: Malioboro Culture Vibes Bikin Wisatawan Terkesan, Full Pedestrian dan Ada Kopi Gratis
Ia menjelaskan, uji coba atau identifikasi yang dilakukan nantinya menjadi dasar penyusunan strategi jangka panjang penataan Malioboro. Salah satu isu utama yang disoroti adalah persoalan parkir.
“Karena permasalahan itu parkir, kita berpikir bagaimana memikirkan tentang area atau space yang bisa untuk parkir,” tambahnya.
Hasto menyebut, Sri Sultan juga memberikan arahan agar berbagai kemungkinan penataan kawasan disiapkan secara matang.
Termasuk jika suatu saat perlu dilakukan relokasi pedagang atau pengalihan aktivitas di area tertentu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pemda DIY Gelar Lomba Desa/Kampung Wisata 2026, Berikut Daftar Pemenangnya
- 2PLN Yogya Edukasi 175 Siswa SDN di Bantul tentang Hemat Listrik
- 3PB Djarum Juara Umum Piala Raja Hamengku Buwono X 2026, Borong 21 Medali
- 4Pilihan Warna Baru New Honda Stylo 160: Tampil Lebih Retro dan Premium!
- 5Kontingen Bantul Raih Juara Umum PORPRISA DIY 2026
- 6Liga Seri A Askab PSSI Sleman 2026 Resmi Bergulir, Diikuti 8 Tim
- 7Meninggal di Usia 67 Tahun, Ini Kisah Hidup Den Baguse Ngarso
- 8Satu Tahun Wajah Baru Pasar Godean: Ada Pembagian 4.000 Porsi Makanan Gratis!
- 9Pilihan Warna Baru New Honda Stylo 160: Tampil Lebih Retro dan Premium!
- 10Kena Hukuman Tambahan Kartu Merah, Purzycki Absen Lawan Persija








