Jogja

Di UGM Gubernur Malut Ungkap Potensi Industri Nikel, Siap Produksi Baterai Kendaraan Listrik

M. Mubin Wibawa | 12 Januari 2026, 12:05 WIB
Di UGM Gubernur Malut Ungkap Potensi Industri Nikel, Siap Produksi Baterai Kendaraan Listrik

Akurat.co,Jogja-Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda mengungkap potensi wilayahnya terkait industri nikel.

Sherly bahkan mengungkapkan rencana Malut untuk mengembangkan industri baterai, termasuk rencana memproduksi baterai kendaraan listrik.

Hal tersebut disampaikan Sherly saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat bersama dengan UGM.

Baca Juga: Setahun Program MBG, Ahli Gizi UGM Soroti Penggunaan Bahan Baku Olahan yang Tak Sehat

Penandatanganan dilakukan Rektor UGM Prof. Ova Emilia dan Sherly Tjoanda di Kampus UGM, Jumat (9/1).

Menurut Sherly potensi besar Malut saat ini ada dalam pengembangan hilirisasi nikel dan industri baterai kendaraan listrik.

Provinsi ini menyumbang sekitar 50 persen produksi nikel Indonesia, sementara Indonesia sendiri memasok sekitar 40 persen kebutuhan nikel dunia.

Ke depan, Malut akan mengembangkan industri baterai hingga produk bernilai tambah tinggi, termasuk rencana produksi baterai kendaraan listrik.

Penguatan pendidikan, riset, dan kolaborasi akademik dinilai krusial untuk mendukung arah tersebut.

“Kami ingin menyiapkan ekosistem pendidikan dan riset bersama UGM agar potensi besar ini dapat dikelola secara berkelanjutan,” kata Sherly Tjoanda.

Sherly juga memaparkan bahwa Malut mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional dengan angka mencapai 39 persen. Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya bersifat inklusif dan merata.

Tantangan utama masih terletak pada kesiapan sumber daya manusia lokal dalam mengisi kebutuhan industri.

Kawasan industri di Halmahera Tengah, misalnya, menyerap sekitar 100 ribu tenaga kerja, sementara pekerja lokal diperkirakan baru sekitar 30 ribu orang.

“Penguatan kapasitas SDM lokal menjadi pekerjaan penting agar masyarakat dapat mengambil peran lebih besar,” ujar Sherly.

Di sisi lain, Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyampaikan bahwa UGM mengikuti perkembangan Provinsi Malut.

Keterlibatan UGM melalui program Kuliah Kerja Nyata telah berlangsung cukup lama di berbagai wilayah.

Saat ini terdapat 18 kelompok mahasiswa yang menjalankan KKN di sejumlah kecamatan, antara lain Obi, Morotai Selatan, Pulau Kiri, dan Pulau Rau.

Kehadiran mahasiswa dinilai menjadi bagian penting dari peran universitas dalam mendampingi masyarakat.

“Bagi kami, KKN merupakan proses pembelajaran yang membentuk karakter mahasiswa agar memahami persoalan nyata di lapangan,” ujar Rektor.

Lebih lanjut, Ova menyampaikan bahwa kerja sama dengan pemerintah daerah sejalan dengan misi UGM.

Baca Juga: 14 Juta Pekerja Indonesia Digaji di Bawah UMP, Dosen UGM: Bukti Minimnya Lapangan Kerja

UGM mengedepankan prinsip merakyat, mandiri, dan berkelanjutan dalam setiap kolaborasi.

Program dirancang dengan melibatkan mitra lokal serta menyesuaikan kebutuhan daerah, termasuk pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

UGM juga membuka peluang program afirmasi dan pendidikan lintas disiplin untuk mendukung kebutuhan tersebut.

“Kami siap mendukung penguatan agriculture dan penyediaan pangan sesuai kebutuhan pembangunan daerah,” kata Ova.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.