Terkait Rencana Penutupan Selokan Van Der Wijck dan Mataram, Begini Tanggapan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak

Akurat.co, Jogja - Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) menjelaskan terkait rencana penutupan saluran di selokan Van Der Wijck dan Mataram.
Dibangun tahun 1909, Selokan Van Der Wijck dan Mataram adalah kanal irigasi bersejarah peninggalan Belanda untuk mengalirkan air dari Sungai Progo ke lahan pertanian.
Selokan ini menjadi sumber irigasi utama bagi petani. Terutama di Kabupaten Sleman. Baik Sleman barat maupun Sleman timur.
Karena sudah berusia lebih dari 100 tahun itulah, maka pemeliharaan harus terus dilakukan. Jika berbicara irigasi, maka tidak bisa dilepaskan dari teknis dengan tujuan menjamin agar air sampai ke petani.
Baca Juga: Aliansi Peduli Petani Sleman Curhat Ke DPRD DIY, Soal Apa?
"Pada intinya kan itu. Kalau misalnya tahapnya memang harus ada penghentian sesaat terhadap aliran, secara teknis harus dihentikan. Jika tidak maka akan berdampak pada struktur selokan itu sendiri," jelas Fungsional BBWSSO, Hanugerah Purwadi, Senin (25/08/2025).
Apalagi Selokan Van Der Wijck dan Mataram sudah berusia lebih dari 100 tahun, maka dibutuhkan perhatian ekstra. Dari BBWSSO tetap berupaya menjaga agar air tetap mengalir dan bisa dimanfaatkan petani.
Sejauh ini BBWSSO rutin melakukan pemeliharaan di selokan Van Der Wijck dan Mataram. Jika sampai muncul gerusan lebih berat, maka masuk ke tahap rehab.
"Karena selama ini aliran air terus mengalir, maka menggerus sisi kanan dan kiri dari selokan. Untuk itu, kami rutin melakukan pemeliharaan," ungkapnya.
Baca Juga: Di Sleman, Kementan Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Senilai Rp 1,1 Miliar
Ketika disinggung apakah memang sudah sangat mendesak, sehingga harus ada penghentian aliran air. Hanugerah mengungkapkan, pemeliharaan itu dilakukan untuk menjamin agar air tetap ada ditempatnya.
Tidak merembes di sisi kanan-kiri, hingga distribusi ke bendungan-bendungan di sekitar selokan tetap lancar. Air juga sampai ke petani.
Musim kemarau disebut sebagai waktu ideal untuk pemeliharaan, mengingat masa tersebut petani tidak bertanam padi. Melainkan palawija, sehingga minim kebutuhan air.
Namun, mengenai waktu penutupan selanjutnya kapan BBWSSO masih akan berkomunikasi lagi dengan petani di sekitar selokan.
Baca Juga: Salak Sleman Siap Dinikmati Warga Kamboja, Begini Ceritanya
Sebelumnya petani yang tergabung dalam Aliansi Peduli Petani Sleman mengaku keberatan dengan rencana penutupan Selokan Van Der Wijck dan Mataram di Bulan Oktober nanti. Keluhan tersebut merasa sampaikan langsung ke DPRD DIY.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Oase Malioboro Siap Sambut Wisatawan di Libur Akhir Tahun
- 2DIY Siapkan 203 Event Sepanjang 2027
- 3Daftar Lengkap Pemain PSIM untuk League Cup, 3 Asing dan 6 EPA
- 4Bongkahan Es Sebesar Kelapa Timpa Rumah Warga di Bantul, Ini Faktanya...
- 5Dosen UMY Ungkap Penyebab Boikot RANS Carnival Yogyakarta
- 6Mahasiswa UAJY Ciptakan Masker Biomaterial Pencegah Debu Silika Industri
- 7Hujan Es Gegerkan Bantul, BMKG Jogja Ungkap Penyebabnya
- 8Fenomena Warga Miskin RI, Beli Rokok Lebih Utama ketimbang Makanan Bergizi
- 9Jadwal I League Cup Hari Ini: PSS Jamu PSGC Ciamis
- 10Pemkab Bantul Salurkan Bantuan 2.000 Ekor Ayam Petelur ke Warga









