Keren! RSIY PDHI Raih Anugerah Paramakarya dari Kemenaker RI

Akurat.co, Jogja - RSIY PDHI berhasil meraih Anugerah Paramakarya. Sebuah penghargaan produktivitas nasional tertinggi dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Dimana RSIY PDHI menjadi salah satu dari 26 perusahaan kategori besar di Indonesia yang berhasil meraih Paramakarya pada Desember 2025.
Penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas keberhasilan perusahaan dalam mengelola produktivitas secara unggul, berkelanjutan, serta berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan benchmarking pasca diraihnya Anugerah Paramakarya, penghargaan produktivitas nasional tertinggi dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Baca Juga: Angka Kemiskinan di Gedangsari Tinggi, Ini Jurus Pemkab Gunungkidul Mengatasinya
Kepala Bidang Pembinaan, Pelatihan, Standarisasi dan Pemagangan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY, Reny Ekawati Chasanah menyampaikan, capaian Paramakarya tidak hanya menjadi prestasi institusi. Tetapi juga diharapkan dapat direplikasi oleh sektor usaha lainnya di DIY.
Paramakarya bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi best practice bagaimana produktivitas dibangun melalui tata kelola perusahaan yang baik, inovasi proses kerja dan pelayanan, serta pengembangan SDM secara berkelanjutan.
"Kami berharap RS PDHI Sleman dapat menjadi role model perusahaan pelayanan kesehatan yang produktif di DIY,” ujarnya saat menerima kunjungan dari Komisi D DPRD DIY, Selasa (20/01/2026).
Ia menjelaskan, penilaian Paramakarya mencakup ratusan indikator. Mulai dari kepemimpinan dan tata kelola organisasi, perencanaan strategis dan kinerja, manajemen SDM, inovasi proses, hingga capaian hasil produktivitas.
Baca Juga: Wamendes Ungkap Peran Kepala Desa sebagai Juru Damai Konflik Lokal
Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD DIY dan dunia usaha dinilai krusial untuk memperkuat sistem produktivitas daerah.
Menurut Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu, keberhasilan meraih Paramakarya mencerminkan proses pengelolaan organisasi yang dilakukan secara konsisten dan tidak instan. Khususnya dalam pengembangan SDM.
"SDM akan menentukan keberlanjutan perusahaan. Ketika rumah sakit ini mendapatkan penghargaan, saya kira ada proses panjang yang dikerjakan dengan serius. Ke depan, apa yang telah dianugerahkan kepada RS Islam ini diharapkan dapat menjadi model bagi industri lainnya di DIY,” ungkapnya.
Lebih lanjut RB Dwi Wahyu menegaskan pentingnya kolaborasi antara industri pelayanan kesehatan dan pemerintah daerah. Ia menilai dukungan regulasi tetap dibutuhkan agar institusi kesehatan dapat beroperasi secara berkelanjutan di tengah dinamika sektor kesehatan.
Dalam sesi diskusi, Komisi D DPRD DIY dan manajemen rumah sakit juga membahas berbagai tantangan sektor kesehatan, mulai dari inflasi medis nasional yang mencapai 12–15 persen per tahun, bahkan di sejumlah referensi hingga 19 persen, hingga dinamika pembiayaan pelayanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan.
Baca Juga: Tingkatkan Pengalaman Berwisata, Pemkot Jogja Rancang Program Bule Mengajar
Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap operasional rumah sakit dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Isu ketergantungan industri farmasi dalam negeri terhadap lisensi luar negeri juga menjadi perhatian dalam upaya memperkuat ketahanan sektor kesehatan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Hyundai STARGAZER Cartenz Resmi Meluncur, Ini Fitur Unggulannya untuk Liburan di Jogja
- 2DPRD DIY Minta Menkeu Batalkan Pemangkasan Dana Transfer Daerah
- 3392 Maba UP45 dapat Pembekalan Bela Negara
- 4DPRD DIY Berharap Menteri Keuangan Baru Pertimbangkan Pemangkasan Anggaran Daerah
- 5Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 6Pemkot Jogja Tertibkan 4 Reklame Besar Ilegal
- 7Jelang Derby, Kelompok Suporter PSIM dan PSS Sepakat Menjaga Keamanan
- 82 Atlet Tembak Asal Gunungkidul Perkuat Kontingen Indonesia di Asian Games ke-20
- 9Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 105 Fakta Penting Dugaan Pungli di Alkid Jogja yang Diungkap Pemilik Bolosego, Keraton hingga Polisi Buka Suara









