Jogja

Program Padat Karya Pemkot Jogja Serap Ratusan Tenaga Kerja Warga Sekitar

Haris Ma'ani | 7 April 2026, 10:04 WIB
Program Padat Karya Pemkot Jogja Serap Ratusan Tenaga Kerja Warga Sekitar
Penjabat Sekda Pemkot Yogyakarta, Dedi Budiono menyerahkan alat kerja sekop kepada salah satu warga menandai pembukaan program padat karya infrastruktur di Kelurahan Giwangan, Senin (6/4/2026). (foto: pemkot jogja)

Akurat.co,Jogja-Program padat karya yang diadakan pemkot Jogja mampu menyerap ratusan warga sekitar sebagai tenaga kerja.

Program padat karya infrastruktur yang dilakukan pemkot, ternyata tak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur skala kecil, sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

"Pembangunan dilaksanakan dengan memberdayakan sumber daya manusia lokal secara langsung, sehingga masyarakat memperoleh penghasilan dan berkontribusi dalam pembangunan," ujar Penjabat Sekda Pemkot Yogyakarta, Dedi Budiono.

Baca Juga: Sasar 5.024 Pekerja, Dinas Tenaga Kerja Sleman Kembali Laksanakan Padat Karya

Pemkot pun menambah sasaran program padat karya tahun ini dibanding 2025.

Program padat karya infrastruktur pemkot juga tak memandang orang yang bekerja.

Pemkot tidak memilih yang harus memiliki keahlian khusus.

"Sumber daya manusianya kita tidak pilih yang skillfull dan lain-lain, tapi tenaga yang ada di wilayah," tegas Dedi.

Dedi hanya meminta, masyarakat yang terlibat dalam program padat karya, bekerja dengan sungguh-sungguh.

"Jadi jam kerjanya ditaati, speknya juga dituruti, dan tetap termotivasi tinggi dan diselesaikan sesuai dengan rencana,” paparnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta Maryustion Tonang menjelaskan, pada tahun 2026 padat karya infrastruktur diadakan di 10 kelurahan menggunakan anggaran mencapai sekitar Rp 2,3 miliar.

Sasaran program padat karya meningkat dibandingkan tahun lalu ada di 4 kelurahan.

Baca Juga: Program Padat Karya Pemkot Jogja Serap 192 Tenaga Kerja Lokal, Pekerjaan Ibu-ibu Tak Kalah dari Kontraktor

Kegiatan tahun ini dilaksanakan di Kelurahan Giwangan, Purbayan, Kricak, Cokrodiningratan, Tegalpanggung, Rejowinangun, Gowongan, Pringgokusuman, Patehan dan Prawirodirjan.

Selain itu ada program padat karya dengan dana bantuan keuangan khusus dari Pemda DIY senilai Rp600 juta untuk 3 lokasi yakni di Kelurahan Brontokusuman, Keparakan dan Pakuncen.

"Kegiatan ini memberikan ruang atau kesempatan kerja sementara bagi warga masyarakat lokal dan menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat,” jelas Tion.

Dia menyebut untuk program padat karya infrastruktur dengan APBD Kota Yogyakarta melibatkan 30 orang warga sekitar sebagai tenaga kerja/titik lokasi dengan waktu pengerjaan selama 25 hari.

Sedangkan padat karya infrastruktur dari Pemda DIY melibatkan sekitar 52 orang dari warga sekitar di 3 lokasi dengan pengerjaan selama 18 hari.

Baca Juga: 3 Proyek Infrastruktur Padat Karya Diresmikan, Wabup Sleman: Wujud Nyata Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Total program padat karya infrastruktur di Kota Yogyakarta pada tahun 2026 bisa menyerap sekitar 352 tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

Seluruh warga yang melaksanakan padat karya infrastruktur juga dijamin BPJS Ketenagakerjaan.

Salah seorang warga peserta padat karya infrastruktur di Kelurahan Giwangan Suwarto menyambut antusias program tersebut karena memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dia menyebut untuk padat karya infrastruktur, tenaga kerja mendapat upah Rp106.250/hari dan tukang Rp111.000/hari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.