Jogja

Kisah Pemuda Bantul Kembangkan Usaha Replika Dinosaurus

Haris Ma'ani | 25 April 2026, 09:22 WIB
Kisah Pemuda Bantul Kembangkan Usaha Replika Dinosaurus
qbal Firmansyah memilih jalan kreatif dalam menjalankan usahanya.. (foto: pemkab bantul)

Akurat.co,Jogja-Iqbal Firmansyah memilih jalan kreatif dalam menjalankan usahanya.

Berawal dari menonton film Jurrasic Park, pemuda asal Bantul, Yogyakarta ini mendirikan usaha kreatif bernama Jagad Art Studio.

Jagad Art Studio berkembang dari usaha kecil menjadi produsen replika dinosaurus dan animatronik.

Baca Juga: Angka Perceraian di Bantul Meningkat, Scrolling HP hingga Ekonomi jadi Sebab

Iqbal mendirikan ushanya pada 2018. Ia menceritakan dan ingat betul bagaimana memulai usahanya.

"Jadi waktu itu kita mulai dari yang kecil, pembuatan dokar dinosaurus," kenangnya.

Dari sana kreativitasnya berkembang. Ia pun membuat yang bisa bergerak.

Kini, Jagad Art Studio mampu menghadirkan animatronik dinosaurus yang tidak hanya bergerak, tetapi juga dilengkapi dengan efek suara, sehingga tampak semakin hidup dan realistis.

"Ide membuat yang bergerak dan bersuara muncul saat main ke sebuah mal dan melihat di sana," jelasnya.

Dikerjakan sendiri

Semua proses dikerjakan secara mandiri, mulai dari perancangan konsep, produksi, hingga tahap akhir penyelesaian.

Seluruhnya dilakukan di bengkel milik Iqbal di Ngoto, Bangunharjo, Sewon.

"Kita lihat kalau dinosaurus ini peminatnya banyak kan ada filmnya. Terus kita buat seperti becak atau dokar itu yang bisa bergerak tapi awalnya belum mengeluarkan suara.

Seiring perkembangan kita buat jadi ada suaranya juga supaya semakin hidup," jelas Iqbal.

Baca Juga: Ekonomi Melambat, Bantul Dukung Pemasaran Produk UMKM melalui Digital

Tak hanya dinosaurus, Iqbal juga mengembangkan berbagai replika animatronik lain.

Di antaranya adalah kucing dan anjing berukuran besar yang mampu mengedipkan mata sehingga menambah kesan interaktif pada karyanya.

Sebagai pelaku industri kreatif muda, Iqbal berharap apa yang ia rintis dapat memberi dampak lebih luas.

"Saya masih tergolong muda, harapannya di Jogja khususnya Bantul ini industri kreatifnya bisa meluas,” katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.