Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Ini Nama Asli GKR Hemas

Akurat.co,Jogja-Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas banyak dikenal masyarakat Jogja sebagai istri Sultan Hamengku Buwono X.
Selain itu, GKR Hemas juga dikenal sebagai politisi. Saat ini ia merupakan anggota DPD RI.
Lahir di Jakarta pada 31 Oktober 1952, Hemas berasal dari keluarga yang memiliki kedekatan dengan budaya Jawa.
GKR Hemas merupakan putri ketiga dari pasangan Soepono Digdasastrapranata dan Soesamtilah.
Baca Juga: GKR Hemas Peroleh Penghargaan Indonesia Leading Women Awards 2026
Dikutip dari wikipedia, sang ayah adalah seorang purnawirawan perwira tinggi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) berpangkat Kolonel yang berasal dari Gondolayu, Yogyakarta.
Sementara keluarga ibunya berasal dari Suronatan, Yogyakarta, tepat di area dalam Benteng Baluwerti.
Nama asli GKR Hemas
Tak banyak yang tahu bahwa nama asli GKR Hemas adalah Tatiek Dradjad Supriastuti.
Sebelum menjadi bagian dari keluarga Keraton Yogyakarta, ia tumbuh layaknya remaja biasa yang mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah Tarakanita Jakarta.
Perjalanan hidupnya berubah ketika bertemu dengan BRM Herjuno Darpito, nama asli Sultan Hamengkubuwono X sebelum naik takhta.
Dari pernikahan itu, Tatiek Drajad Supriyastuti kemudian memasuki kehidupan keraton dan memperoleh gelar GKR Hemas.
Di balik kelembutan khas perempuan Jawa, GKR Hemas dikenal memiliki karakter kuat dan berani bersuara.
Ia termasuk figur perempuan yang aktif memperjuangkan isu pendidikan, budaya, pemberdayaan perempuan, hingga perlindungan hak masyarakat adat.
Bahkan sebelum aktif di politik nasional, Hemas sudah terlibat dalam berbagai kegiatan sosial di Yogyakarta, termasuk pengentasan buta huruf dan kegiatan kemanusiaan.
Nama GKR Hemas semakin kuat di panggung nasional ketika ia maju sebagai anggota DPD RI mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dukungan masyarakat terhadap dirinya nyaris selalu luar biasa besar.
Dalam berbagai pemilu DPD, Hemas hampir selalu menjadi salah satu peraih suara tertinggi di DIY.
Pada Pemilu 2009 misalnya, ia meraih lebih dari 941 ribu suara.
Baca Juga: 16 Ribu Nasi Angkringan Gratis Dibagikan di Momen Ultah Sri Sultan HB X yang ke-80
Kepercayaan publik itu bukan tanpa alasan. Banyak warga Yogyakarta melihat Hemas sebagai representasi budaya sekaligus suara moral masyarakat Jogja di tingkat nasional.
Ia dikenal vokal dalam memperjuangkan keistimewaan Yogyakarta, penguatan peran DPD, serta isu perempuan dan anak.
Karier politiknya pun terus menanjak. Pada periode 2024–2029, GKR Hemas kembali dipercaya menjadi anggota DPD RI sekaligus menjabat sebagai Wakil Ketua DPD RI.
Posisi itu menjadikannya salah satu perempuan paling berpengaruh dalam politik nasional saat ini.
Namun yang membuat sosok GKR Hemas menarik bukan sekadar jabatannya. Ia adalah simbol perpaduan dua dunia: tradisi dan modernitas.
Di satu sisi, ia tetap menjaga marwah Keraton Yogyakarta sebagai pusat budaya Jawa. Di sisi lain, ia mampu tampil aktif dalam sistem demokrasi modern Indonesia.
Dalam berbagai kesempatan, Hemas juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap peran perempuan.
Ia beberapa kali menegaskan bahwa perempuan harus menjadi agen perubahan, bukan sekadar pelengkap dalam kehidupan sosial maupun politik.
Baca Juga: Sri Sultan HB X dan GKR Hemas Genap Bertakhta 37 Tahun
Sebagai permaisuri Keraton Yogyakarta, ibu dari lima putri ini juga ikut menyaksikan berbagai dinamika penting dalam sejarah modern Yogyakarta, termasuk perubahan besar dalam sistem suksesi keraton yang kini membuka peluang kepemimpinan perempuan di masa depan.
Dari seorang gadis bernama Tatiek Drajad Supriyastuti, kini ia menjelma menjadi GKR Hemas.
Sosok yang tenang, elegan, tetapi memiliki pengaruh besar di balik layar politik dan budaya Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sarkem Fest 2026: Upaya Pemkot Jogja dan KAI Ubah Stigma Kawasan Pasar Kembang
- 2Hujan Guyur Jogja, GP Ansor Bantul Tetap Salurkan Bantuan Air Bersih
- 3DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG
- 4Apa Itu Beras Fortifikasi? Dosen UMY Jelaskan Pengertian dan Dampaknya jika Tak Sesuai Kandungan
- 570 Ribu Warga DIY Mengangur, DPRD Dorong Anggaran Pro-Rakyat
- 6Daftar Klasemen Terbaru Moto3 2026, Setelah Pole Position di Australia Posisi Veda Naik?
- 75 Fakta Terbaru Veda Ega Pratama di Moto3, Pole Position di Australia, Next Sepang?
- 8Saat Kisah Timun Mas dan Nyi Roro Kidul diangkat Format Digital
- 9Ridho Kresna Wattimena Resmi Dilantik Jadi Rektor UPN Yogyakarta
- 10DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG






