Waspada, Ini Gejala Influenza Tipe A, Pemkot Jogja Lakukan Antisipasi

Akurat.co,Jogja- Penyakit influenza tipe A kini menjadi salah satu perhatian pemerintah, termasuk Pemkot Jogja.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo meminta Dinas Kesehatan dan puskesmas-puskesmas mewaspadai penyakit influenza yang dialami pasien dalam waktu agak lama.
Baca Juga: Dinkes Kota Jogja: Super Flu Bisa Dikendalikan, Masyarakat Tak Perlu Panik
“Saya sudah sampaikan ke Dinas Kesehatan supaya kita waspada di puskesmas-puskesmas ketika ada yang batuk pilek agak lama, demam tinggi terus lebih dari dua minggu,” kata Hasto dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja, Senin (28/9).
Hasto mengatakan kalau seandainya ada influenza yang gejalanya agak kronis, diminta diwaspadai, sehingga tidak hanya diperiksa seperti biasa.
Tetapi harus ditindaklanjuti, paling tidak diswab kemudian diuji laboratorium.
Belum ada kasus, tapi waspada
Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Endang Sri Rahayu menjelaskan sampai kini belum ada kasus influenza tipe A di Kota Yogyakarta karena belum dipastikan atau masih dugaan.
Saat ini ada sekitar 8 sampel yang diduga influenza tipe A. Dia menyebut kasus influenza tipe A pernah ada di Kota Yogyakarta pada tahun-tahun sebelumnya, tapi tidak banyak.
Kasus influenza A itu dialami anak-anak maupun orang dewasa dan kondisinya semua bisa sembuh.
Ia menjelaskan, gejala influenza tipe A ini berupa demam tinggi mendadak, disertai menggigil, nyeri otot, sendi dan seluruh tubuh, sakit tenggorokan, sakit kepala, kelelahan, pilek dan hidung tersumbat.
"Yang membedakan dengan flu biasa, gejala influenza A lebih lama, tiga sampai empat hari. Apabila mengalami gejala-gejala ini segera ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas,” terang Endang.
Dia menyampaikan influenza A di Indonesia saat ini diduga tipe H1N1.
Virus influenza dapat ditularkan dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi melalui droplet ketika mereka berbicara, batuk, dan bersin.
Baca Juga: Menkes: Super Flu Sudah Ada Sejak Puluhan Tahun, Masyarakat Tidak Perlu Panik
Virus juga dapat menular ketika seseorang menyentuh benda yang terkontaminasi virus flu kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata. Endang menegaskan obat-obatan simptomatis untuk influenza itu tersedia cukup.
Penyakit itu dapat dicegah dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Bukan Lewat Skripsi, Ini Rahasia Mahasiswa UPN Jogja Lulus 3 Tahun 10 Bulan
- 2Gunakan Teknologi 'Live Streaming', Begini Jalannya Pemilihan Lurah PAW Sleman 2026
- 3Kalah dalam 3 Laga Awal, Fans PSS Berharap Finis 10 Besar
- 4Gelar Kuliah Umum, UAJY dan Komnas HAM Kupas Tuntas Hak Atas Tanah dalam Perspektif HAM
- 5Kembali Berlatih usai Libur, Skuad PSIM Fokus Kembalikan Kebugaran
- 6Nostalgia Zaman Dulu melalui Pasar Lawas Mataram di Kawasan Masjid Gedhe Bantul
- 7Finis Keempat di Race 2 Aragon, Ramadhipa Jaga Asa Tembus 3 Besar Klasemen JuniorGP
- 8Kelompok Tani Jogja Sukses Tanam Padi di Galon Bekas, Inspirasi Pertanian di Perkotaan
- 9Finis Keempat di Race 2 Aragon, Ramadhipa Jaga Asa Tembus 3 Besar Klasemen JuniorGP
- 10Sinergi Lintas Daerah, Sleman dan Klaten Bagi Potensi Pajak Candi Prambanan Demi Dongkrak PAD









