Jogja

Menkes: Super Flu Sudah Ada Sejak Puluhan Tahun, Masyarakat Tidak Perlu Panik

Yudi Permana | 9 Januari 2026, 11:25 WIB
Menkes: Super Flu Sudah Ada Sejak Puluhan Tahun, Masyarakat Tidak Perlu Panik

Akurat.co, Jogja - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, Super Flu pada dasarnya adalah influenza yang sudah lama ada virusnya. Berbeda dengan Covid.

"Covid kan virus baru. Jadi daya tahan tubuh kita belum ada, karena tidak kenal," katanya di Yogyakarta, Kamis (08/01/2026).

Super Flu ujar Menkes, itu sebenarnya Influenza A istilahnya. Nama virusnya H3N2. Itu sudah ada puluhan tahun. Cuma ini varian baru,"

Ia mengatakan super flu berbeda dengan COVID-19 yang merupakan virus baru.

Baca Juga: Menkes Budi Sebut, Butuh Anggaran Rp 500 Miliar untuk Recovery Alkes dan Faskes Terdampak Bencana Banjir Aceh dan Sumatera

"Teman-teman ingat kan Covid? Mulainya Alpha. Terus ke Beta, ada Delta yang mematikan. Terus ke Omicron. Nah ini adalah varian K. Varian K dari H3N2," jelasnya.

Karena termasuk virus lama, maka daya tahan tubuh manusia terhadap virus sudah terbentuk.

"Kalau COVID itu virus baru. Jadi daya tahan tubuh kita belum ada karena nggak kenal. Kalau super flu ini, imunitas tubuh kita sudah kenal," kata dia.

Budi menegaskan selama kondisi tubuh sehat, super flu seharusnya tidak menimbulkan masalah serius. Meski begitu, ia mengimbau masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan pola hidup sehat. Seperti makan cukup, tidur cukup dan olahraga cukup.

Baca Juga: Menkes Budi : Lebih Aman dan Nyaman, Jadi Alasan Warga Memilih Berobat ke LN

Budi menuturkan langkah pencegahan super flu pada dasarnya sama seperti influenza pada umumnya. Termasuk menjaga kebersihan dan menggunakan masker bila sedang sakit.

Ketika ditanya, apakah tingkat kesembuhannya tinggi. Menkes menegaskan, jika sampai saat ini belum ada laporan meninggal dunia karena Super Flu.

Seperti diketahui, di DIY ditemukan satu kasus Super Flu pada balita berusia dibawah 1 tahun. Yang bersangkutan adalah warga Kota Yogyakarta dan mendapatkan perawatan medis di Kabupaten Sleman. Saat ini sudah dinyatakan sembuh total.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.