Jogja

Setwan DPRD DIY Tembus 5 Besar Kompetisi Budaya Kerja, Ini Rahasianya!

Atiek Widyastuti | 13 Oktober 2026, 16:15 WIB
Setwan DPRD DIY Tembus 5 Besar Kompetisi Budaya Kerja, Ini Rahasianya!
Tim Juri Kompetisi Budaya Pemerintahan 2026 menggelar visitasi lapangan. - Istimewa

Akurat.co, Jogja - Sekretariat DPRD DIY menjadi salah satu dari lima perangkat daerah yang masuk nominasi dalam Kompetisi Budaya Pemerintahan 2026 kategori perangkat daerah.

Empat nomine lainnya adalah Biro Tata Pemerintahan, Biro Umum dan Protokol, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang.

Untuk menilai penerapan budaya pemerintahan di lingkungan Setwan DPRD DIY, Tim Juri Kompetisi Budaya Pemerintahan 2026 menggelar visitasi lapangan, Senin (12/10/2026).

Suasana visitasi turut diwarnai penampilan empat staf Setwan DPRD DIY yang menyampaikan pidato dalam empat bahasa, yakni bahasa Jawa, Inggris, Jepang, dan Arab.

Baca Juga: Tiket Hanya Rp 10 Ribu, DPRD DIY Dorong Bioskop Rakyat Hadir hingga Tingkat Kelurahan

Penampilan tersebut mendapat sambutan positif dari peserta yang hadir dan menjadi salah satu gambaran upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan sekretariat dewan.

Ketua DPRD DIY Nuryadi mengatakan, keberadaan Setwan DPRD DIY memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan tiga fungsi utama DPRD. Pembentukan peraturan daerah, penganggaran dan pengawasan.

“Setwan DPRD DIY merupakan tulang punggung yang mendukung kami bekerja. Ada tiga fungsi dan tugas dewan, mulai dari pembentukan peraturan daerah, anggaran, dan pengawasan,” ujar Nuryadi.

Menurutnya, penerapan budaya pemerintahan Satriya dan nilai dasar ASN BerAKHLAK di lingkungan Setwan DPRD DIY selama ini telah berjalan dengan baik. Implementasi tersebut perlu dilihat dari praktik pelayanan sehari-hari, bukan sekadar pemenuhan administrasi saat penilaian berlangsung.

Baca Juga: Gedung Baru DPRD DIY, Progres Pekan ke-81 Tembus 91 Persen

Nuryadi mengingatkan agar upaya membangun budaya pemerintahan dilakukan secara wajar, konsisten dan apa adanya. Hasil penilaian, kata dia, seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan sekaligus memperkuat praktik yang telah berjalan baik. 

Sekretaris DPRD DIY Yudi Ismono menyampaikan, keberhasilan masuk lima besar Kompetisi Budaya Pemerintahan 2026 merupakan capaian pertama bagi Setwan DPRD DIY. Pada saat yang sama, instansi tersebut juga berhasil masuk lima besar pembangunan zona integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Pemerintah Daerah DIY.

"Ini penting untuk menjaga kolaborasi dan konsistensi penerapan nilai-nilai Satriya dalam setiap pelaksanaan tugas. Menurutnya, perilaku aparatur yang tidak mencerminkan nilai budaya pemerintahan dapat berdampak lebih luas, termasuk terhadap citra Yogyakarta.

Yudi juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan DPRD DIY, khususnya Ketua DPRD DIY Nuryadi, atas dukungan terhadap upaya pembenahan dan peningkatan kinerja Setwan DPRD DIY.

Baca Juga: Jadi Anggota DPRD DIY Termuda, Cintya Amanda Resmi Dilantik Lewat Mekanisme PAW

Ia mengungkapkan, selama dua tahun terakhir tidak terdapat temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di lingkungan yang dipimpinnya. Hal tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga akuntabilitas dan marwah nilai-nilai Satriya dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Meski demikian ia menekankan, keberhasilan masuk lima besar bukanlah tujuan akhir. Capaian tersebut harus menjadi dorongan untuk terus memperbaiki budaya kerja, memperkuat integritas dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan, Setwan DPRD DIY turut mempersiapkan pegawai dengan kompetensi tambahan, termasuk kemampuan berbahasa asing.

Penguasaan bahasa asing dinilai penting untuk menunjang komunikasi, memperluas wawasan, serta memanfaatkan peluang pengembangan kapasitas dan beasiswa yang disediakan pemerintah daerah.

Melalui visitasi Kompetisi Budaya Pemerintahan 2026, Setwan DPRD DIY diharapkan dapat terus mengevaluasi dan menyempurnakan praktik tata kelola yang telah berjalan. Pencapaian lima besar, baik dalam kompetisi budaya pemerintahan maupun pembangunan zona integritas, menjadi pijakan untuk membangun birokrasi yang semakin profesional, akuntabel dan terbuka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.