UAJY Kenalkan Lingkungan Kampus Pada Siswa SMA Pangudi Luhur Sedayu Bantul

Akurat.co, Jogja - Sebanyak 137 siswa dan guru SMA Pangudi Luhur Sedayu Bantul berkunjung ke Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Mereka diterima di Ruang Diskusi Gedung St Thomas Aquinas, Kampus II UAJY, Rabu (15/07/2026).
Begitu tiba di UAJY, mereka diajak campus tour. Ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Kampus IV) dan Fakultas Teknobiologi (Kampus II).
Selama kunjungan para siswa diperkenalkan dengan suasana perkuliahan. Termasuk fasilitas penunjang akademik, serta berbagai laboratorium yang dimiliki UAJY dan penjelasan mengenai fungsi dan penggunaan peralatan laboratorium.
Baca Juga: 2 Mahasiswa Program Internasional UAJY Berjaya di Vietnam
Dalam kesempatan tersebut dihadirkan, Gwen Aurora alumni SMA Pangudi Luhur Sedayu Bantul yang kini tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 25.
"Kuliah di sini, sudah berbasis teknologi. Semua kebutuhan kuliah, mulai dari melihat materi, mengumpulkan tugas, hingga mendapatkan informasi perkuliahan, bisa diakses dengan mudah melalui situs pembelajaran kampus,” ungkap Gwen.
Guru pendamping dari SMA Pangudi Luhur Sedayu Bantul Markoes Padmonegoro berharap kunjungan ini dapat membuka wawasan para siswa mengenai dunia perguruan tinggi.
"Harapannya anak-anak dapat memperoleh gambaran yang lebih luas tentang dunia perguruan tinggi dan dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pilihan ke depan," ujarnya.
Baca Juga: FTI UAJY Resmi Jadi Hybrid Authorized Test Center Pertama di Indonesia
Kepala Kantor Kerja Sama dan Promosi (KKP) UAJY Ign Agus Putranto mengajak para siswa untuk mulai merancang masa depan sejak dini. Terlebih dalam menghadapi tantangan global dan persaingan dengan tenaga kerja asing.
"Dalam menentukan perguruan tinggi, jangan sekadar mengikuti pilihan orang lain. Pilihlah bidang ilmu yang memiliki prospek di masa depan agar mampu menjadi pemimpin. Sebab, dalam sebuah kompetisi hanya ada dua hasil, yaitu the winner dan the loser. Jadilah the winner yang menjadi part of the solution, bukan part of the problem," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 15 Fakta Penting Demo 2 Tahun Prabowo Gibran di Jogja, Berakhir Rusuh, Massa Duduki DPRD hingga Malam
- 2Muhammadiyah Desak Hukum Tegas Pelaku Karhutla Tanpa Pandang Bulu
- 3Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
- 4Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar
- 5Hasil BRI Super League: Kalah 5 Laga Beruntun, PSIM Ingin Bangkit di Laga Berikut
- 6Yashinta: Ekonomi Kreatif DIY Terhambat Perda
- 7Lahan UPN Yogyakarta yang Kena Tol Tiba-tiba Bertambah, Rektor Buka Suara
- 8Profil Razzi Taruna, Mantan Manajer PSIM yang Kini jadi Direktur Olahraga Persik
- 930 Tempat Kuliner Jogja Terkenal Enak, Siap Manjakan Lidahmu
- 105 Rekomendasi Kuliner Ikonik dan Legend Jogja, Lengkap dengan Alamat Gmpas









