Jogja

Tren Investasi Emas Gen Z Naik, Minimum Pembiayaan Kini Lebih Ringan

Atiek Widyastuti | 29 Oktober 2026, 22:07 WIB
Tren Investasi Emas Gen Z Naik, Minimum Pembiayaan Kini Lebih Ringan
Ilustrasi, harga emas Pegadaian 28 Oktober 2026. - Canva

Akurat.co, Jogja - Saat ini kesadaran generasi muda terutama Gen Z di bidang finansial terus menunjukkan trend positif.

Tidak terbatas menabung dalam bentuk uang tunai, namun juga berinvestasi dalam bentuk emas.

Setidaknya 19 persen Gen Z saaf ini menunjukkan ketertarikannya dalam program pembiayaan emas perseorangan.

Tingginya minat tersebut, tidak lepas dari pendekatan teknologi yang dikeluarkan perbankan.

Mereka dapat berinvestasi emas melalui aplikasi mobile banking. "Saat ini sudah serba digital, cepat dan praktis," kata Kepala Satuan Kerja Bisnis Ritel dan Konsumen BCA Syariah, Bukit Mas Siahaan, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga: Pemasaran dan Nilai Tambah Produk Perikanan Gunungkidul Masih jadi PR Besar

Merespon hal tersebut, BCA Syariah menurunkan minimum pembiayaan emas. Dari 10 gram menjadi 5 gram.

Dengan batas pengajuan yang lebih rendah, pilihan produk bisa jadi lebih beragam.

Ini dilakukan untuk memperkuat akses nasabah terhadap instrumen investasi berbasis emas.

Apalagi dalam sepuluh tahun terakhir, harga logam mulia atau emas di pasar global terus naik. Lebih dari 200 persen.

Hal ini membuktikan, emas sangat tangguh di tengah gempuran ketidakpastian kondisi ekonomi global.

Baca Juga: Atasi Krisis Energi, Warga Kota Jogja Gunakan Kompor Kayu untuk Memasak

Untuk itu, nasabah yang menjadi investor harus bijak dan tidak sekedar ikut tren. "Kita terus mengedukasi masyarakat agar tidak menempatkan seluruh dananya dalam satu instrumen tinggal," jelas Direktur BCA Syariah, Pranata.

Sebelum mengambil keputusan, nasabah tetap harus paham akan ketentuan pembayaran, akad, kewajiban pembayaran dan risiko perubahan harga emas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.