5 Fakta Penting Demo Jogja Memanggil, Mahasiswa dan Suporter Gabung, Polisi Amankan Perusuh Mabuk dan Bawa Sajam

Akurat.co,Jogja-Demonstrasi Jogja Memanggil yang dilakukan aliansi mahasiswa dan juga kelompok suporter berlangsung di Gedung Gubernur DIY, Rabu (28/10).
Menariknya, demonstrasi ini diikuti massa dari Aliansi Jogja Memanggil dan juga suporter.
Baca Juga: Aksi Demonstrasi 1 September Lumpuhkan Perekonomian Kawasan Malioboro
Berikut sejumlah fakta penting terkait demonstrasi Jogja Memanggil, yang berakhir rusuh tersebut.
1. Kritisi kebijakan pemerintah Prabowo dan Gibran
Dalam momentum ini, Aliansi Jogja Memanggil menyuarakan sikap kritisnya terhadap jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran.
Juru bicara AJM, Wahid, meminta pemerintah DIY menyatakan sikap terhadap tuntutan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di wilayah tersebut.
“Mengingat situasi Indonesia hari ini, mulai dari kepemimpinan Prabowo-Gibran dengan banyaknya kebijakan yang disahkan tidak berpihak kepada rakyat. Dan terkhusus lagi di Jogja, kita menyoroti tentang upah buruh di Yogyakarta yang tidak ditetapkan sesuai standar kebutuhan hidup layak,” ujarnya.
2. Naikkan UMR Rp4 Juta dan Status Mandala Krida
AJM meminta kenaikan upah minimum regional (UMR) di Jogja naik menjadi Rp4,6 juta sesuai hasil survei kebutuhan hidup layak di DIY.
Dalam kesempatan ini, suporter sepak bola yang turut dalam aksi juga menyuarakan aspirasi terkait penuntasan kasus korupsi Stadion Mandala Krida.
Para suporter merupakan gabungan dari pendukung klub lokal, yakni PSIM Jogja, PSS Sleman, dan Persiba Bantul.
3. Demo berujung ricuh pada malam hari
Massa Aliansi Jogja Memanggil melakukan demonstrasinya sejak pukul 13.45 wib dan membubarkan diri sekitar pukul 17.30 setelah membacakan tuntutan aksi di Titik 0 Kilometer.
Empat pernyataan aksi adalah, satu, menetapkan karhutla sebagai bencana nasional.
Dua, tetapkan upah buruh yang layak, turunkan harga kebutuhan pokok rakyat.
Tiga, hentikan kriminalisasi terhadap rakyat dan seluruh rakyat tertindas di Indonesia.
Empat, usut tuntas korupsi Mandala Krida.
Tapi menjelang selepas magrib, demonstrasi berubah rusuh.
4. Massa tak dikenal muncul, lempar batu dan petasan
Polisi mengatakan massa dari dari kelompok tak dikenal muncul dari sirip-sirip Jalan Malioboro.
Mereka melakukan provokasi dengan melempar batu hingga petasan di Gedung DPRD DIY.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, mengatakan, personel polisi kemudian menghalau massa yang anarkis itu agar keluar dari area Malioboro. Salah satunya dengan tembakan water canon pada pukul 22.30.
5. Polisia amankan massa mabuk dan pembawa sajam
Ihsan, mengungkapkan pihaknya mengamankan sejumlah massa tak dikenal saat kericuhan di kawasan Jalan Malioboro, Rabu (28/10) malam.
Salah satu orang yang diamankan menurut Ihsan membawa senjata tajam (sajam) dan dalam keadaan pengaruh minuman keras (miras).
Baca Juga: Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar
"Ada beberapa massa yang tidak dikenal yang diamankan, salah satu membawa senjata tajam. Dari pengecekan sebagian besar mengonsumsi miras," katanya kepada media di Kantor DPRD DIY sekitar pukul 23.30 wib.
Hingga Kamis (29/10) pukul 00.30 wib, polisi berusaha mendesak massa dari kawasan Tugu Yogyakarta ke Jalan AM Sangaji hingga menyebar ke Jalan Magelang.
Polisi memasang barikade di Simpang Tugu dan Simpang Pingit untuk mengantisipasi massa kembali ke pusat kota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG
- 2Ridho Kresna Wattimena Resmi Dilantik Jadi Rektor UPN Yogyakarta
- 35 Fakta Penting Demo Jogja Memanggil, Mahasiswa dan Suporter Gabung, Polisi Amankan Perusuh Mabuk dan Bawa Sajam
- 4Daftar Klasemen Terbaru Moto3 2026, Setelah Pole Position di Australia Posisi Veda Naik?
- 5Hujan Guyur Jogja, GP Ansor Bantul Tetap Salurkan Bantuan Air Bersih
- 670 Ribu Warga DIY Mengangur, DPRD Dorong Anggaran Pro-Rakyat
- 7Kenapa Pengawasan DPR Lemah di Era Prabowo? Ini Kata Dosen UGM
- 8Demo Mahasiswa di Jogja Hari Ini: Soroti 2 Tahun Prabowo-Gibran dan Makan Bergizi Gratis
- 9Dukung 19 Juta Lapangan Kerja Pemerintah, UMY Kembangkan 33 Startup
- 10Demo Jogja Memanggil Tuntut Kenaikan UMR dan Pemberantasan Premanisme, Ini Respons Pemda DIY









