Jogja

Viral Ompreng MBG Disebut Tak Halal dan Kandung Babi, Pakar UGM Ungkap Cara Mengujinya

M. Mubin Wibawa | 29 Agustus 2025, 10:05 WIB
Viral Ompreng MBG Disebut Tak Halal dan Kandung Babi, Pakar UGM Ungkap Cara Mengujinya

Akurat.co,Jogja-Media sosial saat ini juga dipenuhi perdebatan terkait ompreng (wadah makanan) atau food tray program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga tak halal.

Ditengarai food tray MBG tersebut mengandung bahan berbahaya, termasuk kandungan minyak babi.

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah memeriksa lebih lanjut untuk memastikan kebenarannya. Pasalnya produk ompreng ini diimpor dari Chaoshan, China.

Mengomentari polemik tersebut, Pakar UGM di bidang analisis kehalalan produk, Prof. Dr. Abdul Rohman, S.F., M.Si., Apt., menyebutkan kemungkinan kandungan minyak babi dalam ompreng tersebut dijadikan sebagai komponen pelemas.

Baca Juga: Bupati Sleman Desak Evaluasi Penyedia MBG yang Lalai

"Bisa saja lemak babi ini dijadikan sebagai komponen pelemas sebagai bahan campuran untuk minyak yang lain, misal minyak mineral,” ungkapnya pada Kamis (28/8).

Tahapan mendeteksi minyak babi pada wadah makanan

Dikutip dari laman resmi UGM, Abdul Rohman menjelaskan tahapan untuk mendeteksi kandungan minyak babi pada sebuah wadah makanan.

Menurutnya untuk mendeteksi yang diperlukan adalah ekstraksi.

“Pertama-tama dilakukan ekstraksi sehingga lemak babi dapat terekstraksi dan selanjutnya dianalisis dengan metode tertentu,” jelasnya.

Adapun metode yang kerap digunakan yaitu dengan menggunakan kromatografi gas yang dilengkapi dengan detektor spektrometer massa (GC-MS) untuk mengidentifikasi asam-asam lemak yang ada.

“Asam-asam lemak yang diperoleh dilakukan semacam perbandingan dengan asam lemak yang teridentifikasi dalam lemak babi,” kata Dosen Fakultas Farmasi UGM ini.

Abdul pun menuturkan bahwa selain metode GC-MS, metode yang dapat digunakan adalah dengan LC-HRMS melalui identifikasi penanda lemak babi.

Baca Juga: Cegah Keracunan MBG Terulang, Pemkab Sleman Minta Kejelasan Regulasi Terkait Pengawasan

“Metode ini umumnya lebih banyak digunakan oleh para ahli,” ujarnya.

Sementara itu, kasus ini tengah tengah diselidiki oleh tim BGN setelah muncul di media sosial yang mengutip dari laporan Indonesia Business post yang melakukan investigasi di kawasan eksportir ompreng untuk MBG di Indonesia.

Diketahui sekitar 30-40 pabrik yang memproduksi ompreng makanan untuk pasar global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.