Jogja

Angin Ambrukkan Joglo di Sleman, 3 Korban Dirawat di RS

Yudi Permana | 16 Oktober 2025, 19:27 WIB
Angin Ambrukkan Joglo di Sleman, 3 Korban Dirawat di RS

Akurat.co, Jogja - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman delapan warga harus menjalani perawatan medis usai terdampak hujan deras disertai angin kencang yang melanda Sinduadi Mlati, Rabu (15/10/2025).

Dari delapan korban tersebut, tiga diantaranya harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

"Kemarin kami langsung menemui korban. Semoga tiga yang dirawat itu segera sembuh," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sleman Haris Martapa kepada wartawan, Kamis (16/10/2025).

Saat disinggung seberapa parah lukanya, Haris menjelaskan jika itu kapasitasnya ada di petugas medis.
 

Namun, dapat dipastikan jika biaya pengobatan korban sudah ditangani oleh BPJS Kesehatan.

Kedelapan korban tersebut mengalami luka setelah tertimpa joglo yang roboh karena angin kencang.

Haris menambahkan, jika saat ini di Kabupaten Sleman memang banyak berdiri joglo-joglo baru.
 
Untuk itu ia berpesan bagi warga bisa memperhatikan struktur bangunan dari joglo yang mereka bangnun.

"Ini masih diteliti kan gitu. Jadi tapi nggak tahu ini ada beberapa joglo yang kebetulan apa, banyak yang ndeprok (roboh) gitu. Sehingga monggo ini untuk warga yang punya joglo untuk bisa juga diamati. Terutama yang joglo-joglo baru. Mungkin ketika membangun apakah itu ambles atau apa, kami mohon juga untuk bisa diteliti masing-masing," tegasnya.
 

Dalam kesempatan tersebut, Haris juga menghimbau kepada masyarakat yang sekitar rumahnya banyak terdapat pohon-pohon besar atau tinggi dapat dikurangi daun dan rantingnya.

Karena setiap kali ada hujan disertai angin, pasti yang banyak terjadi itu pohon tumbang.

Baik yang menimpa bangunan ataupun di persawahan hingga menutup akses jalan.

Selain itu, untuk saluran-saluran air di sekitar rumah juga bisa diperhatikan. Apakah ada sumbatan sampahnya atau tidak.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.