Jogja

Majukan Kualitas Pesantren, Sejumlah Pengelola Ponpes DIY Studi Tiru ke Mojokerto

Yudi Permana | 24 November 2025, 19:12 WIB
Majukan Kualitas Pesantren, Sejumlah Pengelola Ponpes DIY Studi Tiru ke Mojokerto

Akurat.co, Jogja - Forum Percepatan Transformasi Pesantren (TPTP) DIY melakukan kunjungan studi tiru ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur.

Studi tiru ini menjadi bagian untuk memajukan kualitas pendidikan dan transformasi pesantren di DIY dan sebagai tindak lanjut dari hasil FPTP Regional DIY yang telah dibentuk Agustus lalu.

Sekretaris FPTP Regional DIY Umarudin Masdar mengatakan, komitmen untuk memajukan kualitas pendidikan dan transformasi pesantren di DIY terus digalakkan melalui sinergi produktif. Antara Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Daerah Istimewa Yogyakarta (DPW PKB DIY) dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (RMI-PWNU DIY).

Pesantren Amanatul Ummah dipilih sebagai tujuan studi tiru karena sudah beberapa kali pesantren ini menerima penghargaan Indonesia Top Innovative Education Choice Award 2023, kategori "Best Inspiring Islamic School of The Year".

Baca Juga: Pemkab Sleman Dukung Konservasi Anggrek Endemik Merapi

"Pesantren Amanatul Ummah adalah contoh nyata. Jika pesantren bisa beradaptasi, berinovasi dan terus bertransformasi untuk menjadi pusat pendidikan unggul," katanya, Senin (24/11/2025).

Keunggulan dari pesantren tersebut, ada dari sisi pengetahuan dan karakter. Kedua hal itulah yang dibutuhkan negara di masa kini dan masa depan.

Sementara itu, Ketua FPTP DIY sekaligus RMI PWNU DIY KH Muhammad Nilzam memberikan penekanan kuat pada tujuan utama dari studi tiru ini. Menyeimbangkan kurikulum dan spiritualitas pesantren.

Karena menurutnya, satu upaya sinergi antara RMI dan PKB adalah fokus pada transformasi. Khususnya di sisi kurikulum dan proses pembelajaran.

"Kekuatan pendidikan kita itu ada dua hal yang harus kita sepakati dan jalani. Kuat ilmiah dan kuat ruhaniah. Kita harus melakukan perubahan kurikulum, tetapi ruhaniyah adalah titik dasar pesantren yang membedakan kita dari sekolah umum," tegasnya.

Baca Juga: Dosen dan Tendik UPN “Veteran” Yogyakarta Jalani Diklat Bela Negara di AAU

Menurutnya, pesantren tidak boleh hanya mengandalkan sisi ilmu (ilmiah). Karena sekolah umum juga memiliki keunggulan di bidang tersebut. Kekuatan esensial pesantren terletak pada pendekatan ruhaniyah. Seperti shalat malam, yang menjadi pembeda dan fondasi moral bagi santri.

Pondok Pesantren Amanatul Ummah dipimpin oleh Prof KH Asep Saifuddin Chalim putra dari KH Abdul Chalim Leuwimunding. Menerapkan ekosistem pendidikan terpadu, merajut dua kekuatan utama. Kedalaman spiritual dan keunggulan intelektual.

“Disini santri dididik dengan khazanah keislaman yang kuat melalui kurikulum mu’adalah yang disetarakan dengan standar internasional, serta penguatan karakter dan kedisiplinan yang kuat,” ujarnya.

Di sisi lain, mereka didorong mencapai puncak akademik melalui program modern seperti Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) dan program akselerasi SKS yang memungkinkan tuntasnya pendidikan menengah dalam dua tahun.

Pendekatan pendidikan yang diterapkan Kiai Asep fokus pada penanaman nilai akademik yang kuat sekaligus spiritual kokoh. Kombinasi ini menghasilkan capaian yang luar biasa.

Tahun 2025, tercatat 1.269 santri Amanatul Ummah berhasil menembus PTN di Indonesia dan berbagai kampus bergengsi di luar negeri. 

Baca Juga: Sleman Jadi Percontohan Kampung Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan

Selain itu, 11 santri mendapat beasiswa penuh dari Kedutaan Mesir untuk melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar dan sekolah Aliyah di sana.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.