Jogja

Libur Nataru, Sleman Targerkan 300 Ribu Wisatawan

Yudi Permana | 12 Desember 2025, 16:30 WIB
Libur Nataru, Sleman Targerkan 300 Ribu Wisatawan

Akurat.co, Jogja - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman mentargetkan 250 ribu - 300 ribu wisatawan di momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Jumlah tersebut optimis akan diraih selama momen libur Nataru antara tanggal 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

"Libur Nataru berbarengan dengan libur anak sekolah. Jadi kita optimis bisa meraih jumlah wisatawan tersebut," kata Kadispar Sleman Edy Winarya, Jumat (12/12/2025).

Target tersebut menurut Edy ternyata menurun dibanding tahun lalu.

Baca Juga: Bakmi Jawa Pak Pele, Rasa Enaknya Bikin Pelanggan Rela Antre Lama

Salah satu alasannya, karena rentan waktu libur lebih pendek dibanding tahun lalu.

Untuk itu, Dispar Sleman tetap optimis target tersebut akan tercapai. Dan wisatawan dari Pulau Jawa diprediksi masih akan mendominasi.

Dijelaskannya, Dispar melakukan analisa dari target jumlah wisatawan tersebut.

Mulai dari pergerakan wisatawan, belanja, durasi lama tinggal, perputaran uang dan tingkat keterisian hotel di Kabupaten Sleman.

Untuk target belanja wisatawan berada diantara Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta. Target durasi lama tinggal wisatawan berada dalam rentang 1-2 hari.

Baca Juga: Pariwisata DIY Tak Lagi sebagai Pelengkap tapi Penggerak Utama Ekonomi

"Estimasi perputaran uang berada dalam kisaran Rp 187,5 milyar hingga Rp 600 milyar," ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut dari SE Menteri Pariwisata terkait langkah antisipatif menghadapi kondisi lapangan pada periode libur Nataru, Dispar Sleman juga telah mengeluarkan regulasi.

Berisi himbauan kepada pengelola destinasi pariwisata, akomodasi pariwisata dan seluruh stakeholder pariwisata untuk memastikan pelaksanaan SOP, standar K3 di destinasi pariwisata dan usaha pariwisata secara ketat melakukan kalibrasi atau uji petik keamanan dan kelaikan serta melakukan perawatan terhadap fasilitas/wahana usaha secara berkala untuk menjamin keamanan dan keselamatan karyawan dan wisatawan.

"Termasuk himbauan bekerja sama dengan UMKM setempat terkait penyediaan kebutuhan wisatawan guna meningkatkan perekonomian lokal," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.