Jogja

33 Tahun PDAM Sleman, Berhasil Raih Laba Rp 6,9 Miliar

Yudi Permana | 3 November 2025, 18:19 WIB
33 Tahun PDAM Sleman, Berhasil Raih Laba Rp 6,9 Miliar

Akurat.co, Jogja - Perusahaan Daerah Air Minum (PADM) Kabupaten Sleman mencatat, jumlah total Sambungan Rumah (SR) di tahun ini mencapai 45.963 SR.

Ada kenaikan 1.735 SR dibanding tahun lalu. Dan untuk daftar tunggunya ada 399 SR. Baik reguler maupun infrastruktur pemerintah.

"Untuk laba hingga September mencapai Rp 6,9 miliar," kata Direktur PDAM Tirta Sembada Edy Nugroho dalam peringatan hari bakti ke-33, Minggu (2/11).

Berlangsung di Youth Center Mlati Sleman, Hari Bakti dihadiri langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya.

Baca Juga: Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono Berharap Warga Gunungkidul Makin Sejahtera karena Ketersediaan Akses Air Bersih

Di momentum hari bakti ke-33 ini, PDAM Tirta Sembada terus berkomitmen memberikan layanan air bersih kepada masyarakat.

Bupati Sleman Harda Kiswaya berharap, PDAM Tirta Sembada tidak mulai melakukan refleksi, evaluasi dan peneguhan komitmen PDAM Sleman dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sleman. Khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih yang berkualitas dan berkelanjutan.

"Saya juga mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi kepada PDAM Tirta Sembada atas kontribusi dalam pelayanan dan penyediaan air bersih di Kabupaten Sleman," imbuhnya.

Rangkaian acara yang dilaksanakan PDAM Tirta Sembada Sleman dalam rangka Hari Bakti ke-33 ini diantaranya Donor darah (108 kantong darah).

Baca Juga: Tak Cuma Singkong Gunungkidul, Gerakan Sosial Masjid Nurul Ashri Sleman Juga Bantu Petani Sayur hingga Air Bersih di NTT

Ada juga pembagian sembako kepada masyarakat di sekitar 17 IPA, Apresiasi pelanggan, Bantuan Bibit Tanaman ke DLH, Kunjungan ke mantan mantan direktur dan undian wisata religi.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.