2026, Program MBG Jadi Target Pengawasan Inspektorat Sleman

Akurat.co, Jogja - Sepanjang 2025 kemarin, Inspektorat Sleman telah melakukan pengawasan terhadap kurang lebih 250 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).
Dan untuk tahun 2026 ini, yang ditargetkan Inspektorat Sleman kurang lebih sama.
LHP tersebut meliputi Pemeriksaan Desa, Pemeriksaan Aduan dan kasus, Monev Dana Desa, Pengawasan Penyelenggaraan Perizinan, Pemeriksaan Kinerja Pemerintah Daerah, Pemeriksaan Keuangan, Pemeriksaan Tujuan Tertentu (Probity Audit untuk proyek strategis), Reviu, Konsultasi dan Pendampingan dan sosialisasi Anti Korupsi dan Gratifikasi.
"Sepanjang 2025 tersebut, kami dari Inspektorat Sleman berhasil menghasilkan output sebanyak 238 LHP," kata Sekretaris Inspektorat Sleman Tintin Marlina dalam jumpa pers di Ruang Rapat (RR) Sembada, Kamis (30/04/2026).
Baca Juga: Rangkaian HUT Ke-110, DLH Sleman Gelar Uji Emisi Kendaraan
Tintin mengungkapkan, Inspektorat Kabupaten Sleman memiliki peran kunci sebagai aparat pengawasan internal pemerintah dalam memastikan program-program strategis daerah agar berjalan efektif, akuntabel dan sesuai ketentuan.
Pengawalan terhadap program strategis tersebut dilakukan melalui pengawasan yang terdiri dari beberapa kegiatan.
Seperti pemeriksaan, revisi, evaluasi, konsultasi (pendampingan) yang dilakukan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban program.
"Kami fokus mengawal program strategis agar tepat sasaran, tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegasnya.
Baca Juga: Puncak HPN 2026, Bupati Sleman Ajak Insan Pers Terus Jaga Integritas
Selain itu, pengawasan juga diarahkan untuk meminimalisir potensi penyimpangan, meningkatkan kualitas tata kelola, serta memperkuat integritas penyelenggaraan pemerintahan.
Inspektorat aktif bersinergi dengan seluruh perangkat daerah untuk membangun budaya sadar risiko dan pengendalian internal yang kuat. Dengan demikian, setiap program strategis tidak hanya berhasil secara output, tetapi juga akuntabel secara proses.
"Kita juga melakukan pengawasan terhadap Proyek Strategis Nasional. Seperti MBG, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat. Kami diamanahkan untuk melakukan pemantauan dan monitoring melalui aplikasi," jelasnya.
Dalam melakukan pemeriksaan, pihaknya juga mendasarkan pada aduan yang masuk.
Tahun lalu ada sekitar 20 aduan yang diselesaikan. Sebagian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan. Sebagian lain diselesaikan lewat koordinasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dispar Bantul Gelar Pameran Layang-Layang 'Akasa Cangkring' di Pantai Cangkring
- 2Lewat Program Masdaku, Diskop UKM Sleman Dorong 111 Ribu UMKM Go Digital
- 3Satu Tahun Wajah Baru Pasar Godean: Ada Pembagian 4.000 Porsi Makanan Gratis!
- 4KPU dan Bawaslu Sleman Sinkronisasi Data Pemilih Triwulan III 2026
- 5UAJY Gelar International Cross Cultural Day 2026 di Yogyakarta, Pertemukan Budaya Berbagai Negara
- 6Pilihan Warna Baru New Honda Stylo 160: Tampil Lebih Retro dan Premium!
- 7Liga Seri A Askab PSSI Sleman 2026 Resmi Bergulir, Diikuti 8 Tim
- 8Kontingen Bantul Raih Juara Umum PORPRISA DIY 2026
- 9Kalah dalam 3 Laga Awal, Fans PSS Berharap Finis 10 Besar
- 10UGM Kembangkan Gula Semut Kulon Progo jadi Produk Ekspor








