Jogja

2026, Program MBG Jadi Target Pengawasan Inspektorat Sleman

Atiek Widyastuti | 30 April 2026, 16:29 WIB
2026, Program MBG Jadi Target Pengawasan Inspektorat Sleman
Inspektorat Sleman dalam jumpa pers terkait LHP. (Akurat.co/Atiek Widyastuti)

Akurat.co, Jogja - Sepanjang 2025 kemarin, Inspektorat Sleman telah melakukan pengawasan terhadap kurang lebih 250 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).

Dan untuk tahun 2026 ini, yang ditargetkan Inspektorat Sleman kurang lebih sama.

LHP tersebut meliputi Pemeriksaan Desa, Pemeriksaan Aduan dan kasus, Monev Dana Desa, Pengawasan Penyelenggaraan Perizinan, Pemeriksaan Kinerja Pemerintah Daerah, Pemeriksaan Keuangan, Pemeriksaan Tujuan Tertentu (Probity Audit untuk proyek strategis), Reviu, Konsultasi dan Pendampingan dan sosialisasi Anti Korupsi dan Gratifikasi.

"Sepanjang 2025 tersebut, kami dari Inspektorat Sleman berhasil menghasilkan output sebanyak 238 LHP," kata Sekretaris Inspektorat Sleman Tintin Marlina dalam jumpa pers di Ruang Rapat (RR) Sembada, Kamis (30/04/2026).

Baca Juga: Rangkaian HUT Ke-110, DLH Sleman Gelar Uji Emisi Kendaraan

Tintin mengungkapkan, Inspektorat Kabupaten Sleman memiliki peran kunci sebagai aparat pengawasan internal pemerintah dalam memastikan program-program strategis daerah agar berjalan efektif, akuntabel dan sesuai ketentuan.

Pengawalan terhadap program strategis tersebut dilakukan melalui pengawasan yang terdiri dari beberapa kegiatan.

Seperti pemeriksaan, revisi, evaluasi, konsultasi (pendampingan) yang dilakukan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban program.

"Kami fokus mengawal program strategis agar tepat sasaran, tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegasnya.

Baca Juga: Puncak HPN 2026, Bupati Sleman Ajak Insan Pers Terus Jaga Integritas

Selain itu, pengawasan juga diarahkan untuk meminimalisir potensi penyimpangan, meningkatkan kualitas tata kelola, serta memperkuat integritas penyelenggaraan pemerintahan.

Inspektorat aktif bersinergi dengan seluruh perangkat daerah untuk membangun budaya sadar risiko dan pengendalian internal yang kuat. Dengan demikian, setiap program strategis tidak hanya berhasil secara output, tetapi juga akuntabel secara proses.

"Kita juga melakukan pengawasan terhadap Proyek Strategis Nasional. Seperti MBG, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat. Kami diamanahkan untuk melakukan pemantauan dan monitoring melalui aplikasi," jelasnya.

Dalam melakukan pemeriksaan, pihaknya juga mendasarkan pada aduan yang masuk.

Tahun lalu ada sekitar 20 aduan yang diselesaikan. Sebagian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan. Sebagian lain diselesaikan lewat koordinasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.