Jogja

Keren, Komik Elang Jawa Karya Komikus asal Bantul Laris di Pasar Eropa

Haris Ma'ani | 25 Mei 2026, 07:03 WIB
Keren, Komik Elang Jawa Karya Komikus asal Bantul Laris di Pasar Eropa
Apri Kusbiantoro, komkus asal Bantul dengan karya Elang Jawa yang diterima Pasar Eropa. (foto: dok.pemkab bantul; instagram/apri_kusbiantoro)

Akurat.co,Jogja-Komikus asal Bantul, Yogyakarta, Apri Kusbiantoro kembali mencuat dengan karya epiknya.

Berkolaborasi dengan Fajar Nugros, Apri membuat komik berlatar belakang kisah sejarah Nusantara berjudul Elang Jawa.

Menariknya, sebelum menembus pasar lokal, komik tersebut sudah lebih dulu laris di pasaran Eropa.

Baca Juga: Ponpes di Bantul Budidaya Melon Hasil Riset UGM, 1.300 Buah Dihasilkan dalam Sekali Panen

Komik ini pertama kali terbit di Belanda melalui majalah komik strip Eppo, lalu diterbitkan di Jerman oleh penerbit Zack.

Mengagumkannya lagi, judul “Elang Jawa” tetap dipertahankan tanpa diterjemahkan menjadi Javan Eagle atau bahasa yang lain.

“Penerbit mana pun tidak mengubah judulnya, tetap dengan nama Elang Jawa," kata Apri sebagaimana dikutip dari laman resmi pemda Bantul, Senin (25/5/2026).

Apri menjelaskan, judul Elang Jawa benar-benar dipakai. Tidak menjadi Javan Arend kalau bahasa Belanda, atau Javan Eagle atau apapun.

"Dia tidak diubah, tetap pakai Elang Jawa,” jelasnya.

Inspirasi kisah Elang Jawa

Elang Jawa terinspirasi dari kisah pemisahan wilayah Kesultanan Yogyakarta dan Surakarta pasca Perjanjian Giyanti tahun 1755.

Cerita tersebut berkembang dari dongeng masa kecil yang diceritakan ayah Fajar Nugros tentang alasan wilayah Yogyakarta lebih kecil dibanding Surakarta.

Menurut Apri, pembaca di Eropa umumnya melihat Elang Jawa sebagai sesuatu yang segar.

Baca Juga: 7 Pasang Pengantin di Bantul Nikah Gratis di Atas Traktor Sawah, Mahar Sepasang Ayam

Respons positif itu membuat penerbit di Belanda dan Jerman meminta komik Elang Jawa dilanjutkan.

Padahal awalnya Apri dan Nugros hanya berencana membuat satu seri tamat.

Namun setelah berdiskusi keduanya sepakat meneruskan Elang Jawa.

“Sejak akhir tahun kemarin saya mulai mengerjakan episode duanya," terangnya.

Nama Apri menghiasi dunia komik internasional

Sebelum Elang Jawa, Apri lebih dulu membangun karier internasional lewat industri komik Amerika.

Ia mulai serius menjadi komikus profesional pada 2011 setelah bergabung di platform pencarian talenta Digital Webbing.

Dari sana, Apri terhubung dengan penulis asal Amerika dan mulai mengerjakan proyek komik internasional, mulai dari cerita komedian George Carlin, The Three Stooges, hingga Radio Gaga.

Tiga tahun kemudian, kariernya berkembang ke pasar Eropa lewat sejumlah judul seperti Lemuria, Saul, dan Storm.

Meski aktif di luar negeri, Apri tetap menghadirkan karya yang dekat dengan budaya Indonesia.

Ia membuat beberapa komik dari kisah Mahabharata dengan sentuhan Nusantara serta melanjutkan komik legendaris Si Buta dari Goa Hantu karya Ganes TH.

Komik sisipan di Majalah Bobo, Pak Janggut, juga merupakan hasil besutannya.

Baca Juga: UPN 'Veteran' Yogyakarta, Beberkan Sanksi Bagi Dosen Pelaku Kekerasan Seksual

Apri menilai industri komik Indonesia perlahan mulai bangkit setelah sempat redup sejak era kejayaan komik lokal pada 1960–1980-an.

Menurutnya, tantangan terbesar di era ini adalah menjaga konsistensi berkarya di tengah pasar yang belum sepenuhnya besar.

“Karena ketika kita dapat sambutan yang baik, kita harus menjawab dengan konsistensi karya. Dengan demikian pembaca tidak akan terputus membaca karya kita,” tuturnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.