Jogja

Ponpes di Bantul Budidaya Melon Hasil Riset UGM, 1.300 Buah Dihasilkan dalam Sekali Panen

Haris Ma'ani | 25 Mei 2026, 06:26 WIB
Ponpes di Bantul Budidaya Melon Hasil Riset UGM, 1.300 Buah Dihasilkan dalam Sekali Panen
Melon premium yang dihasilkan oleh Pondok Pesantren Modern Yatim dan Dhuafa Madania . (foto: dok.ugm)

Akurat.co,Jogja-Sebuah pondok pesantren (ponpes) di wilayah Bantul, Yogyakarta sukses dengan budidaya melon premium dari hasil riset UGM.

Melon tersebut dikembangkan melalaui metode greenhouse milik Pondok Pesantren Modern Yatim dan Dhuafa Madania di wilayah Banguntapan, Bantul.

Berkat budidaya ini, pondok mampu meraih kemandirian ekonomi pada 2026 ini.

Awal mula pengembangan melon dilakukan saat tahun 2021, pondok mendapatkan hibah unit greenhouse seluas 20 kali 25 meter yang terletak tidak jauh dari lingkungan pondok.

Baca Juga: Kisah Djoko Slamet Peneliti BRIN, Usia 68 Tahun Selesaikan Gelar S2 Teknik Fisika UGM

Menyambut kesempatan yang baik itu, pengelola pondok memanfaatkan fasilitas untuk menanam sayuran dan buah melon karena potensi pasar yang menjanjikan.

Akan tetapi, bekal semangat bertani saja tidak cukup untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Keterbatasan pengetahuan terhadap sistem pertanian modern dan pengalaman mengelola greenhouse membuat hasil panen belum optimal, bahkan cenderung defisit yang menyebabkan pembengkakan biaya operasional.

“Hasil panen sayuran dan melon kami ketika itu hanya sekitar 30-50 persen saja," kata Wildan, salah satu tim operasional greenhouse yang diberi nama Madania.

Dalam keadaan nyaris putus asa, akademisi dari Fakultas Pertanian UGM, Agus Budi Setiawan, Ph.D datang dengan ilmunya.

Sejak saat itu, Agus menginisiasi kerja sama untuk mengoptimalisasi keberadaan greenhouse.

Proses yang dijalani pun tidak singkat, mulai dari transfer knowledge, meramu pupuk, operasional budidaya di greenhouse, hingga proses kawin sampai mendapatkan varietas yang diinginkan.

Kini, Greenhouse Madania telah mencapai swasembada benih dan berhasil menekan biaya produksi hingga jutaan rupiah untuk membeli benih dari luar.

Sebagai pakar pemuliaan tanaman, Agus melihat Greenhouse Madania bukan hanya sebatas laboratorium tetapi juga aset bagi pertumbuhan komoditas.

Hasilkan 1.300 buah dalam sekali panen

Berkat bantuan Agus, greenhouse bisa menghasilkan sekitar 1.300 buah melon dalam sekali panen.

Yang lebih menggemberikan, hampir seluruhnya telah resmi diklaim dan dimiliki konsumen.

"Setelah ada pendampingan dari Pak Agus, hasil panen yang seluruhnya melon hampir pasti mencapai 90 persen, bahkan lebih,” ujar Wildan dikutip dari laman resmi UGM, Senin (25/5/2026).

Pengelola Ponpes, KH. Suyanta, S.Ag., M.S.I menyebutkan, keberhasilan budidaya melon mampu membuat ekonomi pesantren berkembang.

Baca Juga: Akademisi UGM Sebut Klaim Ekonomi Pemerintah tak Sesuai Kenyataan di Masyarakat

Pondok pesantren tidak lagi sepenuhnya bergantung pada donatur dan lembaga sosial untuk bertahan.

Suyanta juga senang, santri dan pengelola juga sudah memiliki kemampuan meramu pupuk, breeding benih untuk menghasilkan bibit mandiri.

Greenhouse Madania menjadi bukti bahwa riset dari akademisi mampu menghasilkan produk unggul bernilai ekonomi jika bertemu dengan mitra yang tepat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.