Pemkab Bantul Galakkan Gerakan ASN Belanja di Pasar Tradisional

Akurat.co,Jogja-Para pedagang di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Bantul mengeluh jualannya sepi.
Pemkab Bantul pun meresponsnya dengan gerakan ASN belanja di pasar tradisional.
Program yang mulai digencarkan ini dilakukan dengan mengajak ASN berbelanja di pasar tradisional minimal sekali dalam sebulan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bantul, Fenty Yusdayanti, mengakui adanya tren penurunan kunjungan di beberapa lokasi yang berdampak pada omset pedagang.
Baca Juga: Pemkab Bantul Beri Penghargaan CSR ke PLN DIY
“Keluhan pedagang itu terjadi penurunan belanja. Memang kita akui di beberapa tempat terjadi seperti itu.
Masing-masing pasar beda, ada yang harian, ada yang pasaran. Kalau yang harian itu kira-kira sampai 30 persen ada penurunan,” ujarnya dikutip dari laman resmi Pemkab Bantul, Selasa (22/9).
Menurut Fenty, perubahan pola belanja masyarakat turut memengaruhi aktivitas perdagangan di pasar.
Masyarakat kini cenderung memilih tempat belanja yang lebih dekat, mudah diakses, dan praktis.
Di sejumlah wilayah, pilihan tersebut semakin beragam dengan munculnya kios-kios yang berada dekat dengan permukiman, termasuk yang beroperasi hingga 24 jam, serta pedagang keliling.
“Pembeli kadang mencari yang praktis, yang dekat dan mudah diakses. Tetapi di lain pihak, kita punya fasilitas pasar yang tetap harus hidup.
Karena itu, salah satu upayanya adalah menggerakkan ASN untuk belanja di pasar-pasar tradisional,” jelasnya.
Selain menggerakkan ASN, Pemkab Bantul juga melakukan sejumlah inovasi untuk meningkatkan daya tarik pasar.
Sejumlah pasar didorong menghadirkan kegiatan dan acara tematik yang dapat menarik masyarakat untuk datang dan beraktivitas, termasuk kegiatan yang berlangsung hingga malam hari.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul, Guppianto Susilo, mengatakan pemerintah mulai menyiapkan langkah menuju digitalisasi pasar sebagai bentuk penyesuaian terhadap perubahan perilaku konsumen.
Baca Juga: Bantul Siap Adakan Pilihan Lurah 2026, Antisipasi Potensi Kerawanan
“Kalau pasar tidak berubah mengikuti dinamika belanja online, mau tidak mau akan terancam. Salah satu pendekatannya adalah pasar kita dorong ke arah digitalisasi,” jelasnya.
Gerakan ASN belanja di pasar, lanjutnya, merupakan upaya menjaga stabilitas ekonomi dalam masa transisi dari pasar konvensional menuju digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1UAJY dan UTeM Malaysia Kenalkan Permainan Tradisional Rumpun Melayu
- 2Wujudkan Pemilu 2029 Inklusif, Bawaslu Sleman Serap Aspirasi Pemilih Disabilitas
- 3Penutupan FKY 2026: Kebudayaan Jogja Bukan Sekadar Festival Tahunan
- 4Jadi Anggota DPRD DIY Termuda, Cintya Amanda Resmi Dilantik Lewat Mekanisme PAW
- 5PLN Yogya Edukasi 175 Siswa SDN di Bantul tentang Hemat Listrik
- 6Pemda DIY Gelar Lomba Desa/Kampung Wisata 2026, Berikut Daftar Pemenangnya
- 7Meninggal di Usia 67 Tahun, Ini Kisah Hidup Den Baguse Ngarso
- 8Berawal dari Dapur Rumah, Ini Cerita Inspiratif Bolosego
- 9Pemda DIY Gelar Lomba Desa/Kampung Wisata 2026, Berikut Daftar Pemenangnya
- 10Fakta Terbaru Dugaan Pungli Bolosego di Alkid Jogja, Anggota Polisi Kena Sanksi









