Jogja

Wakil Rektor UMY Sebut Korupsi Material Penyebab Infrastruktur RI Cepat Rusak

Haris Ma'ani | 18 Mei 2026, 11:29 WIB
Wakil Rektor UMY Sebut Korupsi Material Penyebab Infrastruktur RI Cepat Rusak
Potret pembangunan infrastruktur. (foto: unsplash/@sunburned_surveyor)

Akurat.co,Jogja- Wakil Rektor UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir menyebutkan korupsi material menjadi penyebab infrastruktur di Indonesia cepat rusak.

Zuly menyebut kasus jembatan layang di Ambon sebagai contoh nyata.

Jembatan tersebut belum rampung dibangun namun sudah tidak bisa menyambung.

Ia menduga persoalan itu bukan berasal dari kesalahan teknis sang insinyur, melainkan dari pemotongan anggaran dan pengurangan kualitas material di lapangan.

Baca Juga: Dosen UMY Ungkap Cara Gampang Kenali Kosmetik Berbahaya, Jangan Tergiur Harga Murah

Praktik tersebut, dinilai Zuly telah menjadi persoalan sistemik dalam dunia konstruksi di Indonesia.

Kasus semacam itu jugalah yang menurut Zuly sebagai cerminan dari absennya integritas dalam rantai pengerjaan proyek, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

"Kita sekarang melihat beberapa bangunan yang ada di Indonesia dibangun hari ini, dua minggu kemudian sudah bermasalah," ujar wakil rektor bidang pendidikan dan kemahasiswaan tersebut dikutip dari laman resmi UMY, Senin (18/5/2026).

Padahal, Zuly mencontohkan bangunan-bangunan kuno yang awet dan kokoh sampai saat ini.

Baca Juga: Soal Kuota Internet Hangus, Pakar UMY Ungkap Fakta Menarik Industri Telekomunikasi

Ia menyebut bangunan-bangunan peninggalan Romawi kuno mulai dari Colosseum di Roma hingga amphitheater serupa di Tunisia dan Turki sebagai tolok ukur kualitas konstruksi yang dibangun dengan integritas penuh.

Bangunan-bangunan itu berdiri kokoh selama 500 hingga 600 tahun tanpa tanda-tanda keruntuhan berarti.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.