Bertemu Sri Sultan Jelang GP Mandalika, Ini Ungkapan Pembalap Gunungkidul Veda Ega Pratama

Akurat.co,Jogja-Pembalap Moto3 Indonesia asal Gunungkidul, Veda Ega Pratama bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menjelang pelaksanaan GP Mandalika, Indonesia, Oktober mendatang.
Saat bertemu Sri Sultan, yang juga Raja Keraton Yogyakarta, Veda bersama pembalap Moto2, juga asal Indonesia, Mario Suryo Aji.
Pertemuan dua pembalap Indonesia ini dilakukan di Keraton Kilen Yogyakarta, Minggu (19/7) malam.
Bagi Veda, pertemuan dengan Sri Sultan menjadi motivasi tambahan menjelang lanjutan musim balap dunia.
Baca Juga: Update Klasemen Moto3, Veda Ega Pratama Mantapkan Posisi Jelang GP Mandalika Indonesia
Ia mengaku bangga mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Sri Sultan dan menerima doa restu sebelum kembali menjalani agenda balap internasional.
"Senang dan bangga bisa diberi kesempatan bertemu dengan Pak Gubernur malam ini. Terima kasih atas dukungannya selama ini. Kami akan memaksimalkan persiapan dan semoga hasilnya baik," kata Veda dikutip dari laman resmi Pemda DIY.
Veda mengatakan dirinya akan terus meningkatkan intensitas latihan dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi balapan di Mandalika.
Tampil di hadapan publik Indonesia, menurutnya, menjadi motivasi tersendiri untuk memberikan hasil terbaik.
Pesan Penting Sri Sultan HB X
Dalam kesempatan tersebut, Sultan juga memberikan pesan penting kepada Veda dan juga Mario.
Sri Sultan mengatakan, seorang atlet harus memiliki tekad kuat untuk menghadapi setiap tantangan.
Menurutnya, keraguan dan rasa takut justru dapat menjadi hambatan terbesar sebelum pertandingan dimulai.
"Jangan karena sudah pilihannya menjadi pembalap lalu mengatakan, 'Wah itu susah, itu berat, tidak bisa.'
Ya sudah, kalah sebelum bertanding. Yang penting bagaimana punya motivasi untuk bertahan dan memenangkan setiap pertandingan," ujar Sri Sultan.
Sri Sultan menekankan bahwa persaingan di level internasional tidak perlu dihadapi dengan rasa minder.
Setiap pebalap memiliki peluang yang sama untuk meraih hasil terbaik, termasuk ketika berhadapan dengan para juara dunia.
"Kenapa kita harus berhati kecil? Tidak. Risikonya sama. Siapa yang akan juara juga bisa bergantian. Jadi kita harus fight. Motivasi untuk fight itu ada pada dirinya sendiri. Kami hanya mendukung," tegasnya.
Baca Juga: Dukung Veda Ega Pratama, Nobar Moto3 jadi Agenda Rutin Masyarakat Gunungkidul Saat Ini
Sri Sultan menambahkan, keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan fisik, tetapi juga oleh kesiapan mental dalam menghadapi tekanan kompetisi.
Karena itu, ia berharap Veda dan Mario terus menjaga semangat berlatih serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk berkembang.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sarkem Fest 2026: Upaya Pemkot Jogja dan KAI Ubah Stigma Kawasan Pasar Kembang
- 2Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar
- 3Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
- 4Lahan UPN Yogyakarta yang Kena Tol Tiba-tiba Bertambah, Rektor Buka Suara
- 5Profil Razzi Taruna, Mantan Manajer PSIM yang Kini jadi Direktur Olahraga Persik
- 6Yashinta: Ekonomi Kreatif DIY Terhambat Perda
- 7Waspada! Satu dari 5 Anak Indonesia Alami Obesitas, Dosen UMY Ungkap Penyebabnya
- 8Stok BBM Sleman Diklaim Aman 7 Kali Lipat, Pemkab Minta Warga Tak Panic Buying
- 9Sarkem Fest 2026: Upaya Pemkot Jogja dan KAI Ubah Stigma Kawasan Pasar Kembang
- 10Serunya Murid SD Tumbuh 2 Belajar Bikin Maket Rumah di UAJY









