Jogja

Dishub Sleman Pasang Rambu Batas Kecepatan di 3 Lokasi Ini

Yudi Permana | 15 Agustus 2025, 15:55 WIB
Dishub Sleman Pasang Rambu Batas Kecepatan di 3 Lokasi Ini

Akurat.co, Jogja - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman memasang rambu batas kecepatan di tiga titik, Jumat (15/08/2025).

Ketiga titik tersebut ada di ruas jalan pada ruas Turgo–Pakem. Dia titik ada di Simpang Tiga Candi dan satu titik di ujung jalan Jamblangan–Ngepring, Pakem.

Dalam pemasangan rambu batas kecepatan ini, Dishub Sleman bekerjasama dengan Satpol PP, Polresta Sleman serta pemerintah Kapanewon, kelurahan dan masyarakat setempat.

Batas kecepatan yang dipasang di tiga titik tersebut, maksimal 40km/jam.

Baca Juga: Kesbangpol Sleman Bagikan Ratusan Bendera Merah Putih

"Ini untuk menindaklanjuti keluhan warga terkait laju kendaraan berat yang kerap melampaui batas kecepatan," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Sleman, Marjanta.

Pemasangan rambu batas kecepatan tersebut ditujukan untuk menekan laju truk angkutan pasir, batu, maupun tangki air. 

Kendaraan tersebut kerap melintas dengan kecepatan tinggi, terutama pada dini hari.

Hal tersebut langsung diadukan masyarakat ke Dishub Sleman. Warga merasa terganggu dengan kencangnya laju kendaraan tersebut.

“Pemasangan rambu ini diharapkan memberi peringatan agar pengemudi mematuhi batas kecepatan, sehingga warga merasa aman dan nyaman,” ujar Marjanto.

Baca Juga: Ikut Jaga Stabilitas Harga, Polresta Sleman Gelar Pasar Murah

Menurutnya, setelah pemasangan rambu, pihaknya akan melakukan sosialisasi, memasang banner, serta menyebarkan selebaran kepada pengendara truk pengangkut material. Termasuk yang berasal dari luar Yogyakarta.

Monitoring dan evaluasi pun akan dilakukan untuk melihat efektivitas langkah tersebut.

Arlin, warga Dusun Candi, Purwobinangun, mengungkapkan keresahan warga sudah berlangsung lama. Setiap hari, dari dini hari hingga malam, ratusan truk bermuatan berat melintas dengan kecepatan tinggi. 

Muatan pasir, batu, dan tangki air itu sangat berat. Kebanyakan truk dari luar Jogja, dan kami merasa dirugikan, termasuk secara ekonomi.

Baca Juga: Belasan Rumah Rusak Akibat Disposal Mortir, Berikut Langkah Pemkab Sleman

"Kawasan wisata seperti Turgo yang dulu ramai pesepeda kini sepi karena banyaknya truk lewat,” tuturnya.

Ia mengapresiasi langkah pemasangan rambu sebagai upaya awal, namun berharap solusi lebih permanen dapat diambil. 

“Harusnya truk-truk ini mencari jalur alternatif, tidak melewati Purwobinangun. Semoga ke depan permasalahan ini cepat terselesaikan,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.