Cegah Keracunan MBG Terulang, Pemkab Sleman Minta Kejelasan Regulasi Terkait Pengawasan

Akurat.co, Jogja - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menilai perlu ada SOP jelas terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini.
Ini sebagai respon atas munculnya keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar SMP di Mlati beberapa waktu lalu.
"Sampai saat ini kami masih berupaya menyamakan persepsi dengan teman-teman dulu. Dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Susmiarto, Kamis (21/08/2025).
Ini sebagai langkah antisipasi jika kejadian serupa kembali terjadi. Maka mekanisme penangananya bagaimana.
Baca Juga: 90 Pelajar di Sleman Keracunan Massal, Diduga Usai Menyantap Menu MBG
Karena kejadiannya di sekolah, maka langsung berkoordinasi dengan Disdik.
"Lalu bagaimana kalau kejadian di masyarakat? Ibu hamil, misalnya? Karena programnya tidak hanya untuk pelajar saja," katanya.
Sekda menyebutkan, MBG selama di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN). Dan BGN di tingkat kabupaten juga baru akan dilantik.
Mengenai biaya pengobatan dari korban keracunan kemarin, otomatis ditanggung BPJS Kesehatan.
Namun, bagi korban yang belum jadi peserta BPJS Kesehatan, maka akan difasilitasi melalui Jaring Pengaman Sosial (JPS).
Baca Juga: Ratusan Pelajar Keracunan MBG, Pemkab Sleman Langsung Evaluasi Internal
Mengenai korban keracunan yang tidak hanya pelajar, karena selama ini Disdik telah menghimbau agar guru terlebih dahulu mencicipi MBG sebelum dibagikan ke siswa.
Ini menunjukkan mekanisme dari dinas sudah berjalan. Meskipun tetap kecolongan.
Hal yang jadi tanda tanya adalah kejadian ini hanya menimpa sekolah jenjang SMP saja. Untuk SMA tidak. Padahal disuplai dari SPPG yang sama.
"Menunya juga sama. Apakah ada perbedaan di mekanisme pengolahan atau bagaimana kita belum tahu," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Hyundai STARGAZER Cartenz Resmi Meluncur, Ini Fitur Unggulannya untuk Liburan di Jogja
- 2DPRD DIY Minta Menkeu Batalkan Pemangkasan Dana Transfer Daerah
- 3392 Maba UP45 dapat Pembekalan Bela Negara
- 4DPRD DIY Berharap Menteri Keuangan Baru Pertimbangkan Pemangkasan Anggaran Daerah
- 5Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 6Pemkot Jogja Tertibkan 4 Reklame Besar Ilegal
- 7Jelang Derby, Kelompok Suporter PSIM dan PSS Sepakat Menjaga Keamanan
- 82 Atlet Tembak Asal Gunungkidul Perkuat Kontingen Indonesia di Asian Games ke-20
- 9Sempat Diperkenalkan PSS, Kenapa Hanif Sjahbandi ke Arema?
- 105 Fakta Penting Dugaan Pungli di Alkid Jogja yang Diungkap Pemilik Bolosego, Keraton hingga Polisi Buka Suara









