Jogja

Mampu Bertahan saat Krisis, UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan di Sleman

Yudi Permana | 15 September 2025, 15:34 WIB
Mampu Bertahan saat Krisis, UMKM Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan di Sleman

Akurat.co, Jogja - Terhitung September 2024, jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sleman mencapai 109.973 unit usaha.

Hebatnya, mereka tetap mampu bertahan di saat ekonomi sedang tidak baik-baik saja. Tak heran, jika UMKM jadi salah satu pilar ekonomi kerakyatan.

Disebut pilar ekonomi kerakyatan, karena dominasinya dalam penyerapan tenaga kerja.

UMKM juga berkontribusi besar terhadap PDB, kemampuan bertahan di masa krisis, mendorong kemandirian ekonomi, serta berperan dalam pemerataan pendapatan dan stabilitas nasional maupun daerah.

Baca Juga: Platform UMKM Si Bakul Jogja, Lahir saat Pandemi, Kini Layani 5.000 Transaksi UMKM per Hari

“Jadi tugas kita bersama untuk bersama-sama tingkatkan ekonomi kerakyatan melalui UMKM. Kita harus berkolaborasi baik dari pelaku UMKM, akademisi dan pemerintah untuk menjaga keberlangsungan ekosistem UMKM tetap berjalan,” kata Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Senin (15/09/2025).

Agar peran UMKM dapat lebih optimal, diperlukan dukungan pemerintah melalui akses modal, pelatihan dan pengembangan teknologi digital.

Tujuannya tentu saja agar UMKM dapat naik kelas dan menjadi tulang punggung ekonomi bangsa.

Untuk seluruh pelaku UMKM juga diharapkan dapat terus berinovasi. Memahami perilaku pasar dan konsumen, kelola usaha dan manajemen keuangan dengan baik dan bijak.

Baca Juga: BSI-KONI DIY Jalin Kerja Sama, Buka Peluang Pemberdayaan UMKM melalui Olahraga

“Melalui sinergi seluruh stakeholder dalam memperkuat faktor pendukung diperlukan beberapa langkah strategis yakni mempermudah akses permodalan, pengembangan kapasitas SDM, pemanfaatan teknologi digital, serta pemberdayaan melalui digitalisasi,” jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.