89 Lansia Kota Yogyakarta Jalani Wisuda, Tetap Produktif dan Bahagia di Usia Senja

Akurat.co,Jogja-Sebanyak 89 lansia di Kota Yogyakarta menjalani wisuda program Sekolah Lanjut Usia (lansia)
Sejumlah 89 lansia ini meliputi 50 lansia dari Sekolah Lansia Standar 1 Sembada Padi dari Kelurahan Suryodiningratan dan 39 lansia dari Sekolah Lansia Standar 2 Gemati Kelurahan Gedongkiwo.
Program sekolah lansia digagas Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
Kepala DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Retnaningtyas menjelaskan pembelajaran dalam Sekolah Lansia mencakup berbagai aspek.
Baca Juga: Keren! 474 Lansia di Sleman Berhasil Wisuda S1 dan S2
Meliputi 7 dimensi lansia Tangguh, yaitu spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, profesional vokasional, dan lingkungan.
Sekolah Lansia Sembada Padi dan Gemati telah melaksanakan pembelajaran sebanyak 12 kali pertemuan. Adapun peserta tertua atau paling senior dalam wisuda Sekolah Lansia tersebut adalah 86 tahun.
“Sekolah Lansia ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dalam mewujudkan lansia tangguh.
Harapannya dengan Sekolah Lansia dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan kesehatan, keagamaan dan sosial budaya.
Selain itu meningkatkan kesejahteraan emosional, kemandirian dan rasa percaya diri,” terang Retnaningtyas.
Salah satu lansia yang mengikuti wisuda Sekolah Lansia adalah Siti Rodjinah warga Kumendaman, Suryodiningratan. Dia menjadi peserta paling senior dalam wisuda Sekolah Lansia.
Siti mengaku dari Sekolah Lansia mendapat pengetahuan antara lain terkait kesehatan misalnya jika tersedak dan menolong maupun merawat diri sendiri.
"Saya merasa bahagia. Terus kumpul sama sesama lansia. Saya juga memang sehat ya karena hobi saya memang jalan-jalan, jadinya merasa sehat saya.
Yang penting banyak berdoa, pasrah diri, jangan gampang emosi,” terang Siti.
89 Lansia Kota Yogyakarta Jalani Wisuda, Tetap Produktif dan Bahagia di Usia Senja
Akurat.co,Jogja-Sebanyak 89 lansia di Kota Yogyakarta menjalani wisuda program Sekolah Lanjut Usia (lansia)
Sejumlah 89 lansia ini meliputi 50 lansia dari Sekolah Lansia Standar 1 Sembada Padi dari Kelurahan Suryodiningratan dan 39 lansia dari Sekolah Lansia Standar 2 Gemati Kelurahan Gedongkiwo.
Program sekolah lansia digagas Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
Kepala DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Retnaningtyas menjelaskan pembelajaran dalam Sekolah Lansia mencakup berbagai aspek.
Meliputi 7 dimensi lansia Tangguh, yaitu spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, profesional vokasional, dan lingkungan.
Sekolah Lansia Sembada Padi dan Gemati telah melaksanakan pembelajaran sebanyak 12 kali pertemuan. Adapun peserta tertua atau paling senior dalam wisuda Sekolah Lansia tersebut adalah 86 tahun.
Baca Juga: Sekolah Lansia Yogyakarta, Upaya Memberi Kebahagiaan dan Harapan Hidup di Usia Lanjut
“Sekolah Lansia ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dalam mewujudkan lansia tangguh.
Harapannya dengan Sekolah Lansia dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan kesehatan, keagamaan dan sosial budaya.
Selain itu meningkatkan kesejahteraan emosional, kemandirian dan rasa percaya diri,” terang Retnaningtyas.
Salah satu lansia yang mengikuti wisuda Sekolah Lansia adalah Siti Rodjinah warga Kumendaman, Suryodiningratan. Dia menjadi peserta paling senior dalam wisuda Sekolah Lansia.
Siti mengaku dari Sekolah Lansia mendapat pengetahuan antara lain terkait kesehatan misalnya jika tersedak dan menolong maupun merawat diri sendiri.
"Saya merasa bahagia. Terus kumpul sama sesama lansia. Saya juga memang sehat ya karena hobi saya memang jalan-jalan, jadinya merasa sehat saya.
Yang penting banyak berdoa, pasrah diri, jangan gampang emosi,” terang Siti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
- 2Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar
- 3Lahan UPN Yogyakarta yang Kena Tol Tiba-tiba Bertambah, Rektor Buka Suara
- 4Yashinta: Ekonomi Kreatif DIY Terhambat Perda
- 5Profil Razzi Taruna, Mantan Manajer PSIM yang Kini jadi Direktur Olahraga Persik
- 6Waspada! Satu dari 5 Anak Indonesia Alami Obesitas, Dosen UMY Ungkap Penyebabnya
- 7Stok BBM Sleman Diklaim Aman 7 Kali Lipat, Pemkab Minta Warga Tak Panic Buying
- 8Prediksi BRI Super League: Isenmulang vs PSIM jadi Laga Pemecah Telur bagi Tamu?
- 9Apa Itu Beras Fortifikasi? Dosen UMY Jelaskan Pengertian dan Dampaknya jika Tak Sesuai Kandungan
- 10Buang Sampah di Sungai, Warga Kota Jogja Bakal Kena Sanksi





