Jelang Idul Adha, Harga Cabai Rawit di Sleman Naik Hingga 19,5%

Akurat.co, Jogja - Sejumlah komoditas di Kabupaten Sleman terpantau mengalami kenaikan harga.
Lonjakan tertinggi terjadi pada cabai merah keriting (19,58%), Minyakita (5,17%), bawang merah (2,41%), cabai rawit merah (1,5%), cabai merah besar (0,85%), minyak kemasan premium (0,56%), kedelai impor (0,13%) dan kedelai lokal (0,11%).
Hal itu berdasarkan pantauan petugas di delapan pasar besar di Kabupaten Sleman. Pasar Sleman, Pasar Prambanan, Pasar Godean, Pasar Tempel, Pasar Pakem, Pasar Kalasan, Pasar Depok dan Pasar Cebongan.
"Tim kami secara rutin melakukan pemantauan di delapan pasar besar tersebut," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, RR Mae Rusmi Suryaningsih, Selasa (26/05/2026).
Baca Juga: DLH Sleman Imbau, Warga Tak Sembarangan Buang Limbah Jeroan Hewan Kurban
Termasuk jelang Idul Adha 1447 H. Berdasarkan data pantauan petugas, stabilitas harga pangan di Sleman pada minggu ke-4 bulan Mei dibandingkan minggu ke-3 bulan Mei tahun 2026 cukup terjaga.
"Terutama untuk beras, gula pasir, minyak curah, tepung terigu dan daging sapi terpantau stabil," katanya.
Untuk bawang putih, daging ayam ras, telur ayam ras dan cabai rawit hijau turun cukup signifikan. Bawang putih honan turun 1,97%, daging ayam ras turun 0,61%, cabai rawit hijau, bawang putih kating, serta telur ayam ras turun 0,21%.
Mae Rusmi menyatakan pihaknya terus berupaya memperkuat koordinasi dengan distributor, pedagang dan pelaku logistik untuk menjaga kelancaran distribusi barang.
Baca Juga: Kebutuhan Sapi Kurban di Sleman Mencapai 9.500 Ekor
Saat ada kenaikan harga yang signifikan, Disperindag bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan intervensi melalui kegiatan operasi pasar.
Ini bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga keseimbangan harga di pasaran.
"Kami terus melakukan pemantauan di 8 pasar tradisional, khususnya dalam ketersediaan dan harga Minyakita," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sarkem Fest 2026: Upaya Pemkot Jogja dan KAI Ubah Stigma Kawasan Pasar Kembang
- 2DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG
- 3Hujan Guyur Jogja, GP Ansor Bantul Tetap Salurkan Bantuan Air Bersih
- 4Daftar Klasemen Terbaru Moto3 2026, Setelah Pole Position di Australia Posisi Veda Naik?
- 5Apa Itu Beras Fortifikasi? Dosen UMY Jelaskan Pengertian dan Dampaknya jika Tak Sesuai Kandungan
- 670 Ribu Warga DIY Mengangur, DPRD Dorong Anggaran Pro-Rakyat
- 75 Fakta Terbaru Veda Ega Pratama di Moto3, Pole Position di Australia, Next Sepang?
- 8Prediksi BRI Super League: Isenmulang vs PSIM jadi Laga Pemecah Telur bagi Tamu?
- 9Ridho Kresna Wattimena Resmi Dilantik Jadi Rektor UPN Yogyakarta
- 10DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG









