Basarnas Gelar Simulasi Gempa di Candi Prambanan

Akurat.co, Jogja - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggelar Simulasi Protokol Keselamatan Destinasi Super Prioritas di Taman Wisata Candi Prambanan, Yogyakarta, Jumat (04/09/2026).
Kegiatan ini merupakan upaya untuk memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan penanganan keadaan darurat di kawasan destinasi wisata.
Simulasi bertujuan untuk menguji kesiapan personel, prosedur, sarana dan prasarana, komunikasi, koordinasi, serta mekanisme penanganan keadaan darurat di kawasan wisata.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mengidentifikasi potensi kendala dalam pelaksanaan respons dan evakuasi, sehingga dapat dilakukan penguatan terhadap sistem keselamatan destinasi.
Baca Juga: Pasca Gempa Cilacap, 20 Perjalanan Kereta yang Melintas di Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Simulasi melibatkan Basarnas, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Kantor Pencarian dan Pertolongan Yogyakarta, pemerintah daerah, unsur kesehatan, keamanan, Potensi SAR, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
"Keterlibatan berbagai unsur tersebut merupakan bentuk sinergi dalam membangun kesiapsiagaan dan penanganan keadaan darurat secara terpadu," kata Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin.
Dalam pelaksanaannya, simulasi menggambarkan kondisi darurat akibat gempa bumi yang menimbulkan kerusakan bangunan serta adanya wisatawan yang membutuhkan pertolongan.
Skenario dilanjutkan dengan penerimaan informasi kejadian, aktivasi respons, koordinasi antarunsur, pencarian dan pertolongan korban, penanganan medis, evakuasi wisatawan, hingga pemulihan kondisi kawasan.
Baca Juga: Gempa Cilacap, Getarannya Hingga Jogja
Melalui simulasi tersebut, setiap unsur dapat menguji pelaksanaan tugas dan perannya masing-masing. Sekaligus membangun kesamaan pemahaman dalam menghadapi kondisi darurat.
Simulasi juga menjadi sarana untuk melihat efektivitas mekanisme komunikasi, koordinasi, pengambilan keputusan, serta pelaksanaan evakuasi di kawasan destinasi wisata.
Sebagai tindak lanjut, hasil simulasi akandievaluasi untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, serta kebutuhan perbaikan dalam sistem keselamatan dan kesiapsiagaan kawasan.
Hasil evaluasi tersebut selanjutnya menjadi bahan penyusunan rekomendasi, termasuk penguatan prosedur penanganan keadaan darurat, mekanisme evakuasi, koordinasi antarunsur, serta kesiapan personel dan sarana pendukung.
Baca Juga: Pasca Gempa, 20 Perjalanan Kereta yang Melintas di Wilayah Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
"Basarnas berharap pelaksanaan simulasi ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun sistem keselamatan destinasi wisata yang lebih terpadu, responsif dan berkelanjutan," ungkapnya.
Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, kawasan wisata Candi Prambanan diharapkan semakin siap menghadapi berbagai potensi keadaan darurat serta mampu memberikan rasa aman bagi wisatawan dan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 15 Fakta Penting Demo Jogja Memanggil, Mahasiswa dan Suporter Gabung, Polisi Amankan Perusuh Mabuk dan Bawa Sajam
- 2DIY Belum Masuk Musim Hujan, Ini Penyebab Hujan dan Angin Kencang Belakangan Ini Menurut BMKG
- 3Ridho Kresna Wattimena Resmi Dilantik Jadi Rektor UPN Yogyakarta
- 4Demo Mahasiswa di Jogja Hari Ini: Soroti 2 Tahun Prabowo-Gibran dan Makan Bergizi Gratis
- 5Sleman dan Bantul Sudah Musda, Golkar Gunungkidul Justru Mandek
- 6Dukung 19 Juta Lapangan Kerja Pemerintah, UMY Kembangkan 33 Startup
- 7Kenapa Pengawasan DPR Lemah di Era Prabowo? Ini Kata Dosen UGM
- 8DIY Hujan di Musim Kemarau, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem
- 9DIY Hujan di Musim Kemarau, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem
- 10Dukung 19 Juta Lapangan Kerja Pemerintah, UMY Kembangkan 33 Startup









