7 Dosen UAJY Ini Raih Hibah Bestari Saintek

Akurat.co, Jogja - Tujuh dosen dari Fakultas Teknobiologi (FTb), Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) serentak menorehkan prestasi.
Ketujuh dosen tersebut berhasil meraih Program Hibah Penelitian Bestari Saintek yang diselenggarakan oleh Kemendikti Saintek dan LPDP.
Program ini berfokus untuk membangun laboratorium hidup di lapangan. Dengan fokus pada isu yang jelas sehingga penelitian ini diharapkan mampu memberikan solusi nyata terhadap permasalahan di lokasi tersebut.
Ketujuh dosen tersebut adalah Prof Aloysius Gunadi Brata (Ekonomi Pembangunan), Vincentia Reni Vitasurya (Arsitektur), L Indah Murwani Yulianti(Biologi), P Kianto Atmodjo (Biologi), Ines Septi Arsiningtyas (Dosen Biologi) dan Vincentius Tri Setyo Budi (PLP FTb) dengan ketua tim adalah Prof Ign Pramana Y (Biologi).
Baca Juga: Angkat Permasalahan Banjir di India, Mahasiswa UAJY Hadirkan Solusi Berbasis AI
Prof Pramana mengatakan, program ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem Bukit Turgo dan desa penyangga yang mengalami degradasi akibat penurunan biodiversitas, erosi, dan tekanan aktivitas manusia.
Selain berfokus pada pemulihan lingkungan, program ini juga menargetkan perbaikan tata kelola, peningkatan literasi konservasi, serta penguatan kapasitas ekonomi dan teknologi masyarakat.
"Dengan pendekatan lintas disiplin, riset ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi ekologi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," katanya, Selasa (05/05/2026).
Program hibah mulai tahap seleksi sejak tahun 2025 dan diumumkan lolos pendanaan pada Maret 2026.
Selanjutnya, tim ini akan melaksanakan program selama satu tahun dengan judul penelitian 'Living Lab Biodiversitas Bukit Turgo'.
Penelitian ini menekankan kolaborasi lintas disiplin untuk mengkaji dan mengembangkan potensi biodiversitas secara berkelanjutan.
Pramana juga mengungkapkan tantangan dalam proses pelaksanaan program hibah. Terutama karena melibatkan banyak anggota dari lintas disiplin, termasuk mahasiswa, serta upaya meningkatkan partisipasi masyarakat di Bukit Turgo.
“Kami perlu mendorong keterlibatan masyarakat agar tertarik untuk berpartisipasi, meskipun waktu yang tersedia terbatas, dengan harapan program ini dapat berkelanjutan,” ujar Pramana.
Baca Juga: Melalui Lembaga Akreditasi Mandiri, Dorong Prodi Keteknikan UAJY Menuju Unggul 2026
Dalam pelaksanaannya, tim akan bekerja sama dengan berbagai mitra. Seperti Balai Taman Nasional Gunung Merapi dan pemerintah daerah sebagai mitra utama.
Adapun mitra pendamping meliputi Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Wisata Turgo dan Kelompok Kreatif Acacia, serta didukung oleh LSM Endemic Community Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 15 Fakta Penting Demo 2 Tahun Prabowo Gibran di Jogja, Berakhir Rusuh, Massa Duduki DPRD hingga Malam
- 2Muhammadiyah Desak Hukum Tegas Pelaku Karhutla Tanpa Pandang Bulu
- 3Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
- 4Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar
- 5Hasil BRI Super League: Kalah 5 Laga Beruntun, PSIM Ingin Bangkit di Laga Berikut
- 6Yashinta: Ekonomi Kreatif DIY Terhambat Perda
- 7Waspada! Satu dari 5 Anak Indonesia Alami Obesitas, Dosen UMY Ungkap Penyebabnya
- 8Profil Razzi Taruna, Mantan Manajer PSIM yang Kini jadi Direktur Olahraga Persik
- 9Apa Itu Beras Fortifikasi? Dosen UMY Jelaskan Pengertian dan Dampaknya jika Tak Sesuai Kandungan
- 10Buang Sampah di Sungai, Warga Kota Jogja Bakal Kena Sanksi









