96 Persen Remaja Indonesia Kurang Makan Buah dan Sayur

Akurat.co,Jogja-Data mengungkap 96 persen remaja Indonesia kurang makan buah dan sayur.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Ashardini Eka Setianingsih.
Oleh karenanya kampanye makan buah dan sayur, termasuk keamanan buah dan sayur nusantara perlu digiatkan.
Termasuk yang dilakukan Pemkot Jogja. Pemkot menggiatkan kampanye keamanan pangan buah dan sayur nusantara di sekolah jenjang SMP. Salah satunya di SMPN 9 Yogyakarta.
Baca Juga: Ponpes di Bantul Budidaya Melon Hasil Riset UGM, 1.300 Buah Dihasilkan dalam Sekali Panen
"Melalui kampanye keamanan pangan buah nusantara kami mengharapkan anak-anak suka makan buah," kata Ashardini atau akrab disapa Dini sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.
Menurut Dini, buah tidak harus mahal. Buah-buahan tropis atau lokal juga memiliki kandungan gizi tinggi.
"Anak-anak juga kita berikan edukasi supay pintar memilih buah yang aman dan sehat,” ujar Dini.
Dalam kampanye ini, Pemkot juga menggandeng Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) DIY.
Narasumber dari BRMP DIY, Nurdeana Cahyaningrum juga menjelaskan data penelitian Kementerian Kesehatan, sebanyak 96 persen remaja di Indonesia kurang mengonsumsi buah dan sayur.
Sementara itu, Nurdaena memberikan tips memilih buah yang aman dan sehat.
Antara lain kondisi buah tidak rusak, tidak memar, tidak berjamur. Tercium segar aroma khas buah dan tidak berbau asam menyengat.
"Untuk buah terutama lokal dicuci dengan air, sebelum dikupas," jelasnya.
Salah satu pelajar SMPN 9 Yogyakarta yang mengikuti kampanye keamanan pangan buah nusantara, Kirana Nisa Karunia menyambut baik dan merasa senang dengan kegiatan itu.
Dia bisa mengetahui kandungan dan manfaat buah serta cara memilih buah.
Baca Juga: Permintaan Tinggi, Pemkot Jogja Kembangkan Kultur Jaringan Pisang
Apalagi sesekali ada kuis tentang buah-buahan. Selama ini ia mengonsumsi buah, tapi tidak setiap hari.
Kirana juga siap mengajak teman-temannya untuk rutin makan buah.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jogja Makin Panas Menyengat! BMKG Ungkap Arti Grafik 'Warming Stripes' dan Pemicunya
- 2Dikira Santri, Ini 5 Fakta Menarik Dosen FISIP UGM Media Wahyudi Askar
- 3Lahan UPN Yogyakarta yang Kena Tol Tiba-tiba Bertambah, Rektor Buka Suara
- 4Yashinta: Ekonomi Kreatif DIY Terhambat Perda
- 5Profil Razzi Taruna, Mantan Manajer PSIM yang Kini jadi Direktur Olahraga Persik
- 6Waspada! Satu dari 5 Anak Indonesia Alami Obesitas, Dosen UMY Ungkap Penyebabnya
- 7Stok BBM Sleman Diklaim Aman 7 Kali Lipat, Pemkab Minta Warga Tak Panic Buying
- 8Prediksi BRI Super League: Isenmulang vs PSIM jadi Laga Pemecah Telur bagi Tamu?
- 9Apa Itu Beras Fortifikasi? Dosen UMY Jelaskan Pengertian dan Dampaknya jika Tak Sesuai Kandungan
- 10Buang Sampah di Sungai, Warga Kota Jogja Bakal Kena Sanksi









